Kamila Andini Tak Ingin Jadi Bayangan Garin Nugroho

Kamila Andini, perempuan sutradara yang masih muda, adalah putri Garin Nugroho. Tapi Kamila menolak di bawah bayang-bayang sang ayah.

Kamila Andini Tak Ingin Jadi Bayangan Garin Nugroho
Kamila Andini (21cineplex.com)

Inibaru.id - Film The Seen and Unseen karya Kamila Andini dan baru saja mendapat penghargaan Tokyo Filmex International Film Festival (19-27 November 2017). Sebelumnya, film tersebut juga memenangi Asia Pacific Screen Awards (APSA) 2017, Brisbane, Australia, sebagai Film Remaja Terbaik. Tak hanya itu, beberapa penghargaan telah diraih perempuan muda sutradara itu.

Siapa Kamila Andini?

Dunia perfilman kita sudah tak asing dengan nama Garin Nugroho. Dialah ayah Kamila. Nama lain dalam dunia film yang berkaitan dengan Kamila adalah Ifa Ifansyah. Kamila adalah istri Ifa.

Dalam catatan Wikipedia, Kamila Andini lahir di Jakarta, 6 Mei 1986 dan menjadi sutradara sejak 2002 ketika membesut film Rahasia di Balik Cita Rasa. Dia berkarier di dunia film sejak itu.

Ditulis Wikipedia versi bahasa Inggris, Kamila sebenarnya “menghindari” berkiprah di dunia film karena dia tak ingin berada di bawah bayang-bayang kebesaran nama sang ayah. Meski begitu, ketika SMP dia mulai serius menggeluti fotografi yang dia sebut sebagai “menangkap kehidupan dan perilaku manusia”.

Baca juga:
Dua Film Kita Menang di Festival Internasional
Livi Zheng Jadi Kepala Juri Southeast Asia Prix Jeunesse

Ketika di SMA, banyak teman sekelas yang bertanya kepadanya mengenai film dan karya-karya Garin Nugroho. Setelah berkiprah di dunia film, Kamila mengaku malu karena pada masa SMA, dia sama sekali tak mengetahui karya-karya ayahnya.

Tapi Kamila lantas jejak sang ayah dia ikuti.

Selulusnya dari Jurusan Sosiologi Deakin University in Melbourne, Australia, Kamila kembali ke Indonesia dan mulai menjadi sutradara. Dia banyak menggarap video musik untuk band Indonesia seperti Ungu dan Slank.

Dia jug aaktif membuat dokumenter. Salah satunya bertajuk Lagu untuk Tukik yang merupakn dokumentasi tentang anak penyu di perairan Kawasan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dokumenter itu diputar di ajang Goethe Institute's Science Film Festival in 2012. Sebagai pembuat video musik,pada 2009 dia menjadi asisten sutradara dari film ayahnya Generasi Biru, dokumenter tentang band Slank.

Film feature pertama Andini adalah The Mirror Never Lies (2009). Film tentang gadis Bajo masuk nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011 dan memenangi kategori sama di Bandung Film Festival 2012.

Pada Maret 2012 Kamila menikah dengan sutradara Ifa Isfansyah yang populer dengan film karyanya, Sang Penari.

Karya film feature berikutnya adalah yang kini sedang dikelilingkan di beberapa festival film internasional dan meraup banyak penghargaan. Ialah film The Seen and Unseen.

Tak Belajar dari Garin

Sebagai anak seorang sutradara top, apakah Kamila belajar penyutradaraan pada sang ayah, Garin Nugroho?

"Saya enggak pernah belajar langsung sama ayah," kata Kamila.

Baca juga:
Apresiasi Tinggi untuk Film Tentang Unair
Totalitas Ratusan Cosplayer dalam Film “Love Reborn”

Itu bukan lantaran Garin enggan atau Kamila yang tak mau diajari sang ayah. "(Kenapa?) Karena ayah bukan tipe guru," ucap Kamila singkat.

Tetapi di luar itu, istri sutradara Ifa Isfansyah ini mengakui bahwa ayahnya punya andil besar dalam menumbuhkan kecintaannya pada dunia film.

"Pengaruh dari ayah pasti ada. Dari kecil terbiasa sama film. Kenapa saya pengin bikin film karena semua udah saya coba, dari fotografi, musik, tari. Tapi hanya film yang semakin ke sini semakin berat, cuma semakin saya suka dan challenging." (EBC/SA)