Kerja Sama Genpi-Sampah Muda dalam Manajemen Sampah

Mengelola sampah bukanlah pekerjaan gampang. Namun Sampah Muda siap melakukan itu tanpa memungut biaya. Bagaimana caranya?

Kerja Sama Genpi-Sampah Muda dalam Manajemen Sampah
Pasar Karetan Radja Pendapa yang diselenggarakan Genpi di Kendal, Jawa Tengah. Dalam manajemen sampah, mereka menggandeng Sampah Muda. (Viva.co.id/Dwi Royanto)

Inibaru.id – Harmoni terjadi ketika satu komunitas bisa disokong komunitas lain. Guyub, akur, dan kelihatan kompak. Hal inilah yang tampak dari kolaborasi Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Tegah dengan Sampahmuda.com beberapa waktu lalu

Genpi Jateng dan Sampah Muda sejatinya bergerak di ranah berbeda. Namun, keduanya bertemu dalam Pasar Karetan di Kendal. Pengelola Pasar Karetan yang dimotori Genpi Jateng sengaja bekerja sama dengan Sampahmuda untuk mengelola sampah.

“Ya, khusus manajemen sampah, kami kerja sama dengan Sampah Muda, komunitas pencinta lingkungan,” ungkap Mei Kristianti, Project Officer Pasar Karetan, dilansir dari Viva.co.id, Rabu (22/11/2017).

Sampah Muda adalah komunitas pencinta lingkungan yang memanfaatkan dunia maya sebagai lahan “perjuangan” mereka. Mereka melakukan pelbagai kampanye, seperti prolingkungan, recycling, environment friendly, dan go green via daring maupun luring.

Baca juga:
Dengan Kuda, Ridwan Mendongkrak Minat Baca Warga
Tanpa Lengan Dia Tepis Keterbatasan

"Sampah muda membantu mendaur ulang sampahmu. Karena sampahmu punya kesempatan kedua untuk menjadi barang lain. Pilah sampahmu dan booking jadwal pengangkutannya. Dapetin uang dari sampahmu atau donasikan untuk penyelamatan lingkungan,” terang komunitas ini pada laman Sampahmuda.com.

Tim Sampah Muda akan membantu menjemput sampah siapa pun yang sudah dipilah-pilah. Mereka tidak membatasi jumlah sampah yang harus dijemput. Fokus mereka adalah memudahkan seseorang mengelola sampah.

“Tapi, kami akan senang jika Anda memiliki setidaknya 5-10 kg untuk mengefisienkan layanan kami.” tulis mereka yang juga mengatakan bahwa penjemputan itu tidak berbayar selama berada dalam area servis mereka.

Adapun untuk jenis sampah yang bisa dijemput, mereka memilah sampah dalam enam jenis sampah anorganik, yakni kertas HVS, kertas buram atau koran, kertas kardus, botol plastik, gelas plastik, dan plastik lain. Syarat lain: sampah itu harus kering!

Baca juga:
Kau Hafiz, Kau Makan Gratis di Sini
Griselda Sastrawinata WNI Pertama yang Tembus Disney

“Kami bekerja sama dengan perusahaan dan instansi pengolahan sampah, jadi sampah yang kami terima akan didaur ulang oleh partner kami,” jelas mereka.

Menyikapi kerja sama ini, Staf Khusus Kemenpar Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono, mengaku bahagia. Menurutnya, kombinasi mereka sangatlah menarik.

“Keren! Sama-sama anak muda, spirit anak muda, sama-sama aktif di medsos (media sosial), sama-sama punya visi membangun environment sustainability,” tandasnya. (OS/SA)