Kau Hafiz, Kau Makan Gratis di Sini

Untuk memberi motivasi anak, Izul dan Wani menggratiskan warung makannya bagi para hafiz.

Kau Hafiz, Kau Makan Gratis di Sini
Warung Gudeg Pak Kumis di Jalan Barito No 1, Jakarta Selatan. Warung ini membuat program makan gratis bagi para hafiz. (Republika/Mgrol98)

Inibaru.id – Pasangan suami-istri, Izul dan Wani, benar-benar menginginkan anaknya menjadi seorang hafiz (penghafal Alquran). Mereka melakukan banyak hal untuk putrinya, Rasya. Salah satunya adalah dengan program makan gratis bagi hafiz yang datang ke usaha warung makan yang mereka jalankan.

Dilansir dari Republika.co.id, Minggu (19/11/2017), Warung Gudeg Pak Kumis kepunyaan mereka sengaja digratiskan untuk hafiz untuk memotivasi Rasya agar lebih giat menghafal Alquran. Warung makan itu terletak di Jalan Barito No 1, Jakarta Selatan.

Rasya saat ini berumur delapan tahun dan duduk di bangku kelas 3 SD. Izul berharap program itu akan membuat anaknya berpikir tentang kemuliaan seorang hafiz.

Baca juga:
Griselda Sastrawinata WNI Pertama yang Tembus Disney
Kreasi Baru Mahasiswa ITB: Pesawat pun Bisa Dilipat

“Anak kan akan melihat, kok ayah bikin program seperti ini? Kami juga ngasih penjelasan ke anak terkait program ini,” ungkap Izul.

Keinginan memiliki anak seorang hafiz sudah dipupuk Izul dan Wani sejak Rasya masih ada dalam kandungan. Mereka mengenalkan Alquran melalui rekaman murottal Alquran yang didekatkan ke kandungan.

“Waktu hamil tua, anak kami sangat aktif, tapi pas diperdengarkan murottal, ia jadi tenang,” kenang Izul, “Sejak bayi pun murottal menjadi pengantar tidurnya.”

Untuk membantu Rasya dalam hafalannya, Izul dan Wani selalu melatih Rasya di rumah. Metode yang digunakan keduanya adalah setoran 5 ayat atau lebih setiap harinya. Dengan begitu Rasya akan terus mengingatnya.

Baca juga:
Sukses di Hollywood, Livi Zheng Tetap WNI
Lelaki 1000 Janda: Menafkahi Tanpa Harus Menikahi

Salah satu pelanggan hafiznya, Azaria, menjadi motivasi Rasya saat ini. Wani yang bercerita pada Rasya tentang sosok hafiz tersebut, bagaimana hafalan dan suaranya yang bagus. Hal itu yang membuat anaknya lebih bersemangat.

Untuk memudahkan Rasya belajar agama sekaligus menjadi hafiz, Izul dan Wani menyekolahkan anaknya ke Emirates Al Mushonnif Islamic School. Di sekolah tersebut, Rasya diajari hafalan Alquran, tahsin, dan lain-lain. Kelak, keduanya juga berencana memasukkan Rasya ke pesantren.

Wani menjelaskan, sampai saat ini anaknya sudah hafal Juz ke-30 dan tengah memasuki hafalan Juz ke-29.

“Sejujurnya saya takjub dengan Rasya yang mampu menghafal ayat-ayat (Alquran) yang panjang. Saya saja nggak bisa hafal,” akunya. (GIL/SA)