Mengintai Menjangan dari Panggung Krapyak Yogyakarta 

Mengintai Menjangan dari Panggung Krapyak Yogyakarta 
Panggung Krapyak pos pemburu Raja-raja Mataram (Instagram/Rommydhano)

Panggung Krapyak dikenal sebagai bangunan bersejarah mirip kastil setinggi 10 meter yang berusia lebih dari 2,5 abad. Panggung Krapyak didirikan di hutan lebat yang dahulu banyak digunakan sebagai tempat berburu oleh raja-raja Mataram.

Inibaru.id – Bila kamu sedang berjalan-jalan ke Alun-Alun Kidul Jogja, ternyata nggak jauh dari sana terdapat bangunan bersejarah, lo. Terletak sekitar 2 km ke selatan dari Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak akan ditemukan setelah melewati Plengkung Gading dan Jalan D.I Panjaitan. Bangunan yang berbentuk persegi empat seluas 17,6 m x 15 m ini dikenal sebagai tempat berburu raja-raja Kesultanan Yogyakarta, lo.

Sejarah Panggung Krapyak

Menurut cerita, Panggung Krapyak merupakan bangunan yang dibangun sekitar tahu 1760 oleh Pangeran Mangkubumi pendiri Keraton Yogyakarta. Katanya, Panggung Krapyak dahulu merupakan hutan lebat, Millens.

Pada masa Kasultanan Mataram, bangunan ini digunakan oleh raja-raja Mataram sebagai tempat mengintai dan berburu binatang. Beragam jenis hewan liar ditemukan di hutan ini, salah satunya rusa atau menjangan dalam bahasa Jawa.

Salah satu keluarga Kerjaan Mataram Islam yang gemar berburu ialah Prabu Hanyokrowati, putra Penambahan Senopati. Katanya, panggung digunakan sebagai pos pemburu sekaligus sebagai wilayah pertahanan dari binatang buas.

Pada tahun 1613, Prabu Hanyokrowati meninggal dalam kecelakaan saat sedang berburu. Dia dimakamkan di Kotagede dan diberi gelar Panembahan Seda Krapyak berarti raja yang meninggal di Hutan Krapyak.

Bangunan Panggung Krapyak

Bangunan ini berdiri setinggi 10 m memiliki bentuk pintu dan jendela yang cukup unik. Pada setiap sisi bangunan terdapat sebuah pintu dan dua buah jendela berbentuk lubang tanpa penutup.

Jendela tanpa lubang yang terletak di setiap sisi bangunan. (Instagram/rctvrs)
Jendela tanpa lubang yang terletak di setiap sisi bangunan. (Instagram/rctvrs)

Selain itu, di salah satu atap ruangan di bagian tenggara dan barat daya bangunan, dapat dijumpai lubang yang cukup lebar. Konon dari lubang itulah raja-raja menuju ke lantai dua yang digunakan untuk berburu.

Ketinggian Panggung Krapyak ini katanya membuat raja berburu dengan rasa nyaman dan aman, karena leluasa mengintai tanpa perlu khawatir diserang oleh hewan buas. Nggak hanya itu, Panggung Krapyak juga digunakan sebagai tempat pertahanan dari musuh yang datang. Dari tempat ini gerakan musuh dari arah selatan bisa dipantau sehingga bisa memberikan peringatan dini kepada Keraton Yogyakarta bila terjadi serangan.

Gimana Millens, menarik ya mengintai menjangan dari Panggung Krapyak ini? (Yog, Bac/IB32/E05)