Mengajak Dunia Menikmati Perbedaan di Festival Lovina 2017

Selama empat hari, Pantai Kalibukbuk diperkirakan akan dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara yang berminat menonton Festival Lovina 2017

Mengajak Dunia Menikmati Perbedaan di Festival Lovina 2017
Festival Lovina 2015 (Foto: Istimewa)

Inibaru.id - Sektor pariwisata terus digenjot pemerintah. Bali, yang menjadi salah satu destinasi wisata para wisatawan mancanegara (wisman) terbesar di Indonesia ini menjadi salah satu yang paling membuat promosi. Berbagai festival dihelat, satu di antaranya Festival Lovina.

Diselenggarakan tiap tahun, pada 14-18 September 2017 mendatang, festival ini akan kembali digelar dengan mengusung tema Enjoy The Difference. Selama empat hari, Pantai Kalibukbuk diperkirakan akan dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara yang berminat menonton Festival Lovina 2017.

Dilansir dari balitravelnewspaper.com (12/8), Festival Lovina juga akan menjadi sambutan bagi beberapa rombongan wisatawan yang akan merapat di Pantai Lovina menggunakan kapal pesiar dari berbagai negara. Rombongan kapal pesiar ini akan menjadikan Bali sebagai tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan untuk berkeliling dunia.

Baca juga: Festival Jerami Banjarnegara, Cara Unik Kritik Kedaulatan Pangan Indonesia

Festival Lovina 2017 dimungkinkan akan meningkatkan sektor pariwisata Indonesia. Festival ini barang tentu akan menarik turis lokal maupun mancanegara untuk datang mengunjunginya. Selain potensi alam, potensi budaya juga bakal ditampilkan dalam festival tersebut.

Tidak hanya dapat menyaksikan Festival Lovina, Anda juga dapat melihat lumba-lumba hidung botol yang berenang di samping perahu. Biasanya jam untuk dapat melihat lumba-lumba ini adalah sebelum matahari terbit. Pada jam-jam tersebut, banyak sekali wisatawan yang menyewa perahu dan berangkat ke tengah laut untuk menyaksikan mamalia laut tersebut.

Pada hari pertama, beberapa rangkaian pertunjukan dan kegiatan akan mewarnai acara pembukaan Festival Lovina. Sejumlah pertunjukan itu di antaranya Balegajur, Gebogan Parade, Gong Kebyar, Tarian Ki Barak Panji Sakti. Lomba banteng dan pertunjukan wayang juga akan turut memeriahkan hari pertama.

Sementara, hari kedua akan menjadi pesta bagi para pencinta yoga dan seni. Berlangsung pada 15 September 2017, festival dihari kedua ini dimulai dengan acara bertajuk Yoga Asana Health and Beauty. Sejumlah pameran akan kembali ditampilkan di hari kedua. Selain itu, Sampi Gerubungan juga akan menjadi bagian yang digelar hari itu.

Baca juga: Parak Iwak, Puncak Festival Serayu Banjarnegara Yang Membuat Lebih  Semarak

Sampi Gerubungan merupakan parade yang erat kaitannya dengan budaya agraris di bagian utara Bali dan mempertontonkan sapi-sapi yang gagah, tegap, dan diberi perhiasan. Para sapi kemudian akan dipacu di lapangan untuk bersaing kecepatan dengan peserta lainnya.

“Pada hari ketiga, pertunjukan seni masih dilanjutkan dengan band anturan kolaborasi, bonangan race, dan gong kebyar wanita Kalibukbuk Bondres,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Sutrisna, dikutip dari Liputan6.com.

Sementara itu, pada hari terakhir tak kalah meriahnya dengan hari-hari berikutnya. Pasalnya, pada hari terakhir ini akan dilaksanakan penutupan yang diikuti dengan Parade Megangsing, pertunjukan Kebyar, Megenjekan, dan Gong. (GIl/IB)