UGM Tolak Usulan soal Hafal Kitab Suci dalam Seleksi Mahasiswa Baru

Surat edaran FEB UGM yang bersifat internal tentang penerimaan mahasiswa baru dengan hafal kitab suci bocor. Pihak UGM sudah mengklarifikasi hal itu dengan menolak usulan.

UGM Tolak Usulan soal Hafal Kitab Suci dalam Seleksi Mahasiswa Baru
Sejumlah pemuka agama membawa kitab suci saat Kirab Sumpah Pemuda menuju rumah masa kecil Bung Karno, Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (28/10/2017). (Prasetia Fauzani/Antarafoto)

Inibaru.id – Baru-baru ini Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM mengeluarkan surat edaran yang berisi usulan untuk jalur penerimaan mahasiswa baru dengan cara menguji kemampuan membaca dan menghafal kitab suci. Pihak Rektorat UGM seperti dilansir Beritagar.id (5/11/2017) pada Sabtu (4/11/2017) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak usulan penerimaan mahasiswa baru berdasarkan jalur seleksi kemampuan membaca dan menghafal kitab suci.

Dalam surat itu, UGM menegaskan bahwa universitasnya terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari berbagai kalangan maupun latar belakang.

"UGM selalu berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan kebudayaan Indonesia. Landasan inilah yang melatarbelakangi proses penerimaan mahasiswa baru UGM," sebut surat yang dirilis bagian Humas UGM Yogyakarta seperti dilansir Detikcom.

Baca juga: Musim Hujan di Gamalama, Lahar Dingin Mengancam Warga

Karena itu, pimpinan rektorat UGM menolak usulan penerimaan mahasiswa baru dengan persyaratan kemampuan membaca dan menghafal kitab suci.

"Semua kegiatan yang ada di UGM, termasuk sistem penerimaan mahasiswa baru, berangkat dari nilai keberagaman, pemerataan, kemandirian, nilai kebudayaan di Indonesia. Maka, atas dasar nilai-nilai itulah, pimpinan universitas tidak dapat mengakomodasi penerimaan mahasiswa seperti yang diusulkan," sambung surat itu.

Ramai diketahui, beberapa hari sebelumnya beredar sebuah surat yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Eko Suwardi, dengan Nomor 447/UN1/EB/KL/2017 perihal usulan jalur penerimaan mahasiswa baru dengan cara tadi.

Usulan ini disebut merupakan hasil rapat evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2017 yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2017 di Balai Senat FEB UGM, Yogyakarta.

"FEB UGM bersedia menjadi tim penguji dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tersebut," sebut surat itu.

Pihak UGM sudah mengakui bahwa surat tersebut sebenarnya bersifat internal, namun kemudian bocor sehingga menjadi ramai di masyarakat.

Baca juga: 
Bunga Bakal Berkostum Orangutan pada Miss Universe 2017
Tak Ada Logam Berat Beracun dalam Ikan Sarden Kita

Namun, surat itu sudah telanjur memancing banyak reaksi netizen. Pemilik akun Twitter @rfajriani_ mengatakan bahwa perlakuan itu harus ditujukan untuk semua agama. Dia menulis: “UGM adlh universitas negeri. Indonesia secara resmi mengakui 6 agama. Jika pihak FEB mengusulkan seleksi baca Qur'an utk mahasiswa baru...Maka FEB juga HARUS melakukan seleksi baca Al Kitab, dan kitab suci agama lainnya.”

Pemilik akun Twitter lain menanggapi dengan berseloroh.

“Kera Sakti gabisa masuk UGM lewat seleksi bibit unggul soalnya masih mencari Kitab Suci,’’ tulis pemilik akun Twitter @sampanbiru.

FEB UGM lewat akunnya @feb_ugm menegaskan bahwa edaran itu bersifat internal. “Mohon maaf, perihal surat tersebut seharusnya tidak dipublish dikarenakan surat tsb bersifat internal usulan dari fakultas ke wakil rektor.” (EBC/SA)