Musim Hujan di Gamalama, Lahar Dingin Mengancam Warga

Tak hanya letusannya, Gunung Gamalama ternyata juga mengancam warga dengan lahar dingin yang mungkin ditimbulkannya.

Musim Hujan di Gamalama, Lahar Dingin Mengancam Warga
Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, mengeluarkan asap tipis dari kawah, Jumat (11/3/2016). Terlihat anggun, gunung ini menebar ancaman bagi warga sekitar pada musim hujan. (Kompas/Heru Sri Kumoro)

Inibaru.id – Setiap musim hujan, kecemasan pun melanda warga Ternate, Maluku Utara, yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Mereka takut musim hujan akan membawa lahar dingin Gunung Gamalama ke rumah mereka.

Masih jelas dalam ingatan mereka ketika bencana banjir lahar dingin menghantam pemukiman mereka pada 2012 lalu. Dilansir dari Antara, Minggu (5/11/2017), lahar dari Gunung Gamalama itu merusak ratusan rumah dan menewaskan belasan warga.

"Setiap turun hujan lebat, kami sekeluarga selalu diliputi kekhawatiran akan mengakibatkan banjir lahar dingin seperti pada 2012," ungkap Ramli Umanailo, warga Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate.

Baca juga: UGM Tolak Usulan soal Hafal Kitab Suci dalam Seleksi Mahasiswa Baru

Ramli tinggal di dekat sungai Tugu Rara yang merupakan salah satu jalur lahar dingin Gunung Gamalama. Menjelang musim hujan kali ini, dirinya mengaku telah melakukan berbagai antisipasi, seperti mengamankan dokumen dan barang penting lainnya.

Selain itu, tambahnya, para warga juga selalu mengamati perkembangan kondisi aliran air di kali dan jika dinilai berpotensi terjadi banjir lahar dingin, langsung mengungsi ke tempat yang aman, yang telah disiapkan pihak pemerintah setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate, Hasim Yusup mengiyakan kekhawatiran warga Ternate. Ternate diakuinya merupakan daerah rawan bencana banjir lahar dingin, terutama di wilayah sekitar kali yang menjadi alur aliran lahar dingin Gunung Gamalama, seperti di Tubo, Dufa-Dufa, Loto, dan Togafo.

Kendati begitu, ia menambahkan, BPBD telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak banjir lahar dingin musim hujan yang mulai berlangsung November ini dan diperkirakan akan mencapai puncaknya  pada Januari dan Februari 2018.

Baca juga: Bungkus Mi Instan dalam Tas Rajut

Menurut dia, langkah itu di antaranya melakukan pengerukan di kali yang menjadi alur aliran lahar dingin, memasang alat peringatan dini bencana banjir di sejumlah lokasi, serta terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai apa yang mereka harus lakukan jika terjadi bencana banjir lahar dingin.

BPBD bersama instansi terkait lainnya juga telah menyiapkan jalur evakuasi warga jika terjadi bencana banjir lahar dingin, termasuk tempat penampungan warga yang diungsikan dan penyediaan logistik serta posko kesehatan.

"Peran warga sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak dari bencana banjir lahar dingin, seperti tidak membangun rumah di daerah bantaran kali, yang sudah ditetapkan sebagai kawasan terlarang serta tidak membuang sampah di kali," kata dia. (GIL/SA)