Memaknai Relief Erotis di Candi Sukuh Karanganyar

Candi-candi di Indonesia biasanya dihiasi dengan arca ataupun relief yang unik. Namun, relief dan arca di Candi Sukuh, Karanganyar berbeda karena dinilai memiliki nilai erotis. Apa sih makna sebenarnya?

Memaknai Relief Erotis di Candi Sukuh Karanganyar
Relief di Candi Sukuh (Karanganyarkab)

Inibaru.id – Indonesia memiliki banyak peninggalan candi tapi satu candi yang dinilai paling unik adalah Candi Sukuh. Nggak cuma bentuknya yang mirip dengan Piramida Suku Aztec di Meksiko, relief candi yang ada di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah ini juga menunjukkan seksualitas secara terang-terangan.

Detik.com (26/5/2017) menulis, Candi Sukuh berbeda dari candi Hindu pada umumnya. Relief dan arca dari candi ini dinilai vulgar dan mengumbar seksualitas seperti menunjukkan alat kelamin pria. Selain itu, kamu juga bisa melihat lambang lingga dan yoni, representasi dari alat kelamin manusia di candi yang dibangun pada abad ke-15 ini.

Lingga dan yoni adalah lambang kesuburan manusia. Lingga adalah simbol dari Dewa Siwa dan Yoni adalah simbol dari Parwati, istrinya. Relief lingga dan yoni terukir di lantai dengan dikelilingi rantai melingkar di bangunan utama.

Secara umum, Candi Sukuh memiliki tiga teras. Teras pertama adalah pintu gerbang, teras kedua berisi arca-arca yang bentuknya nggak lagi utuh, dan di teras ketiga terdapat bangunan utama yang mirip dengan piramida. Di sekitar bangunan utama inilah kamu bisa menemukan arca atau relief dengan unsur seksualitas. Sebagai contoh, ada arca tanpa kepala yang terlihat sedang memegang alat kelamin.

Menurut para arkeolog, berbagai lambang seksualitas di Candi Sukuh ini nggak cuma menunjukkan sisi erotis tapi sebagai simbol kesuburan. Penis dan vagina nggak dianggap sebagai sesuatu yang jorok, melainkan sebagai simbol yang sakral karena melambangkan keberlangsungan hidup manusia secara turun-temurun.

Bahkan, karena dianggap suci, jika kamu melangkahi relief ini, kamu dianggap telah membersihkan diri dari segala kotoran dan meninggalkan hal-hal duniawi, termasuk seksualitas. Karena alasan inilah, candi yang sebenarnya dijadikan tempat ritual ini memiliki arca atau relief dengan lambang seksualitas.

Kalau sobat Millens mau berkunjung ke Candi Sukuh, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dengan memakai kendaraan bermotor dari pusat Kota Surakarta. Eits, tapi jalan menuju candi ini naik-turun dan disertai tanjakan atau belokan yang cukup tajam. Jadi, pastikan kendaraan yang dipakai dalam kondisi yang prima, ya! (IB09/E04)