Nayoko Wicaksono, Founder Seekmi yang Menyukai Tantangan

Nayoko Wicaksono, Founder Seekmi yang Menyukai Tantangan
Nayoko Wicaksono. (swa.co.id)

Melalui Seekmi, Koko berharap orang lebih mudah menemukan berbagai jasa yang dibutuhkan.

Inibaru.id- Sobat Millens suka berada di zona nyaman? Jika iya, maka berbeda halnya dengan Nayoko Wicaksono. Ya, alih-alih menjalani pekerjaan enak di Kota Vanchouver, Kanada, nyatanya nggak membuat Nayoko Wicaksono merasa puas. Ingin merasakan tantangan yang lebih, dia justru memilih resign dan kembali pulang ke Indonesia.

Mengutip bintang.com (3/6/2016), Koko, panggilan akrab Nayoko Wicaksono pernah bekerja menjadi seorang pegawai, hingga berdagang kecil-kecilan. Dia juga sempat bergabung menjadi tim Zalora, Lakupon.com Liputan6.com, KMK online hingga Home Tester Club (HTC).

Setelah cukup percaya diri mendirikan bisnis start up, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mendirikan Seekmi pada April 2016. 

Seekmi.com adalah sebuah aplikasi layanan online penyedia jasa teknisi untuk kebutuhan harian rumah tangga dan kantor. Mulai dari jasa perbaikan AC, jasa pembersihan, jasa laundry, perbaikan elektronik hingga tukang ledeng.

https://d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net/wp-content/uploads/2016/05/Marketplace-Pencari-Jasa-Seekmi-Ilustrasi.jpg

Jasa pembersihan, salah satu jasa yang bisa kamu temukan di seekmi. (Techinasia.com)

Adapun ide "perjodohan" ala Seekmi ini berawal dari kegemaran Koko menghubungkan teman-temannya yang memerlukan sesuatu. Dari hal tersebut, laki-laki kelahiran Jakarta, 29 November 1984 itu menemukan masalah dalam mendapatkan layanan jasa yang tepat.

Terinspirasi dari Thumbtack, sebuah start up di Amerika Serikat yang mampu menghubungkan pengguna dengan penyedia jasa profesional, lulusan University of British Columbia itu menangkap peluang tersebut di Indonesia. Bersama dengan rekannya Clarissa Leung, mereka berusaha menyediakan vendor terbaik. Selanjutnya transaksi dilakukan antara vendor dengan penguna.

Oya, nama Seekmi sendiri berasal dari bahasa Inggris “Seek Me" atau cari saya. Kata yang menarik dan sederhana tapi mengena. Kenapa bahasa Inggris? Menurut laki-laki yang hobi fotografi dan traveling itu, lantaran ke depannya dia sudah memikirkan ekspansi ke luar negeri. Selain itu, dia juga berpikir masyarakat Indonesia sudah cukup familiar dengan bahasa Inggris.

Well, meskipun tantangannya cukup banyak dan luas, Koko yakin suatu saat Seekmi bisa berkembang pesat bersama masyarakat Indonesia. So, apakah kamu berani untuk keluar dari zona nyaman, Millens? (IB05/E05)