Tahun Baru, Ratusan Burung Mati Mendadak dan Jatuh di Jalanan, Ada Apa?

Tahun Baru, Ratusan Burung Mati Mendadak dan Jatuh di Jalanan, Ada Apa?
Burung mati di jalanan saat tahun baru 2021. (Twitter.com/novogazette)

Bukannya dipenuhi orang yang merayakan tahun baru 2021, di jalanan ini justru dipenuhi dengan mayat burung yang berjatuhan dari langit persis setelah detik-detik pergantian tahun. Apa penyebabnya ya?

Inibaru.id – Perayaan tahun baru 2021 memang sangat berbeda dari tahun-tahun biasanya. Di hampir semua negara, nggak ada pesta meriah yang membuat orang-orang berkerumun. Tapi, di jalanan Roma, Italia, ada pemandangan yang sangat aneh persis setelah detik-detik pergantian tahun. Di sana, justru telihat ratusan bangkai burung yang berjatuhan dari langit. Apa penyebab dari hal ini, ya?

Hal ini terungkap dari foto-foto dan video yang viral di media sosial. Di jalanan yang dekat dengan stasiun kereta di Ibu Kota Italia tersebut terlihat ratusan burung, yang kebanyakan adalah burung jalak, tewas dan bergelimpangan di jalanan.

Organization for the Protection of Animals (OIPA) menyebut video-video tersebut sebagai pembantaian. Mereka menuding pesta kembang api yang diadakan di dekat dengan tempat-tempat burung tersebut bertengger sebagai pemicunya.

“Bisa jadi burung-burung ini mati karena ketakutan. Mereka panik dan terbang tak beraturan hingga saling menabrak, menabrak pohon, jendela, atau bahkan kabel listrik. Burung juga bisa dikagetkan dengan kembang api hingga akhirnya terkena serangan jantung,” ungkap Loredana Diglio, juru bicara dari organisasi perlindungan hewan tersebut.

Burung yang mati bergelimpangan di jalanan saat tahun baru diduga karena ledakan petasan atau kembang api. (Twitter.com/ChinasaNworu)
Burung yang mati bergelimpangan di jalanan saat tahun baru diduga karena ledakan petasan atau kembang api. (Twitter.com/ChinasaNworu)

Sebenarnya, otoritas Roma dan Italia sudah melarang pembakaran petasan dan kembang api di malam tahun baru. Bahkan, jam malam diterapkan sehingga membuat maksimal orang-orang bisa berada di luar rumah pada pukul 22.00. Larangan ini demi mencegah kerumunan sekaligus menurunkan risiko penularan Covid-19. Sayangnya, banyak orang yang membeli kembang api dan menyalakannya sendiri di lingkungan rumah.

Meski begitu, Royal Society for the Protection of Birds dari Inggris justru membantah tudingan OIPA. Menurut mereka, belum ada cukup bukti yang memastikan bahwa kembang api bisa membahayakan burung. Mereka mengaku akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Organisasi ini juga meminta semua orang untuk nggak sembarangan menyalakan kembang api atau petasan di dekat dengan tempat burung bersarang atau bertengger.

Nggak nyangka ya Millens, kembang api yang bisa membuat meriah sebuah acara ternyata juga bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, ya? (Kum/IB09/E05)