Superkreatif, Berbagai Produk Olahan Sampah Ditampilkan di Festival Rawa Pening Hari Kedua

Superkreatif, Berbagai Produk Olahan Sampah Ditampilkan di Festival Rawa Pening Hari Kedua
Aneka produk daur ulang sampah yang ditampilkan di Festival Rawa Pening 2. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bertema daur ulang sampah, Festival Rawa Pening ke-2 ini punya cara kreatif mengedukasi masyarakat. Ada pula pameran berbagai produk olahan sampah. Penasaran?

Inibaru.id - Digelar di tengah sawah Desa Kesongo, Tuntang, Festival Rawa Pening 2 (FRP2) begitu menarik perhatian. Kali ini FRP2 digelar berbarengan dengan penyelenggaraan Kongres Sampah Nasional. Meski berbarengan, Festival rawa Pening tetap punya daya tariknya tersendiri.

Publik berbondong-bondong ke lokasi acara yang berada di sawah ujung desa karena keunikan temanya berupa daur ulang sampah. “Kebetulan berbarengan dengan kongres sampah. Festival kita ambil tema daur ulang sampah,” kata Sutarni ketua Festival Rawa Pening 2.

Acara yang digelar Sabtu-Minggu (12–13/10) tersebut memberikan ruang kepada berbagai pelaku usaha, pengrajin dan pegiat sampah yang biasanya kesulitan unjuk gigi.

Meski terletak di tengah sawah, banyak warga berdatangan untuk menyaksikan Festival Rawa Pening 2. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“FRP2 sebagai marketplace dan pemberdayaan ekonomi karena pelaku UMKM dan pengrajin sampah yang masih kesulitan dalam pemasaran,” sambung Nanik. Nggak heran, banyak stand Usaha Kecil Menengah, pengrajin, sera pegiat sampah setempat yang menjajakan kuliner daerah serta produk daur ulang.

Selain bisa berburu berbagai produk ramah lingkungan serta kuliner daerah, berbagai agenda kesenian juga mewarnai acara ini, Millens. Drumblek, jaran kepang, qasidah, tarian serta karnaval kostum daur ulang menjadi magnet bagi pengunjung. Nggak heran, banyak warga berkumpul untuk menyaksikan keseruannya.

Tarian maumere sebagai salah satu hiburan di Festival Rawa Pening 2 . (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Salah satunya adalah Ulfa. Meski sedang mengandung, dia nggak segan datang dua hari berturut-turut untuk menyaksikan kemeriahan Festival Rawa Pening serta Kongres sampah. “Hari ini mengantar anak tampil, kemarin juga sudah ke sini karena kedatangan Pak Ganjar,” kata Ulfa di sela menyaksikan karnaval. Menurutnya, acara semacam ini perlu untuk digelar secara rutin.

Acara tersebut tambah meriah karena di akhir acara turut menampilkan berbagai kostum karnaval yang berasal dari daur ulang sampah. Puluhan model dengan gaun daur ulang warna warni nan lucu berlenggok menghibur penonton.

Penampilan kostum daur ulang sampah dalam Festival Rawa pening 2. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Melalui acara ini, Nanik ingin mengedukasi masyarakat tentang konservasi dengan cara yang menyenangkan. Selanjutnya dia berharap agar lebih banyak masyarakat yang peduli dengan pengelolaan sampah.

Wah kreatif banget acara yang satu ini ya. Semoga semangat pengolahan sampah ini bisa menular ke masyarakat luas ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)