'Normal Baru' Digodok, Begini Skenario Jawa Tengah

'Normal Baru' Digodok, Begini Skenario Jawa Tengah
Keadaan normal baru terus disiarkan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan bagaimana langkah yang akan diambil Jawa Tengah untuk menerapkan "normal baru". Namun dia nggak buru-buru mengeksekusi dan akan menyesuaikan dengan grafik kasus Covid-19.

Inibaru.id - Wacana normal baru dalam aktivitas masyarakat di kala pandemi terus disiarkan, terutama di Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Pranowo mengaku telah mendapat panduan untuk melaksanakan normal baru, begitupun dengan bupati dan wali kota.

Ganjar menegaskan kalau perkantoran dinas di jajarannya telah melakukan penataan dalam rangka penerapan normal baru, Selasa (26/5). Menurutnya, sebelum menerapkan ke masyarakat luas, instansi pemerintah harus memberi contoh terlebih dahulu.

Ganjar akan memulai keadaan normal baru dari perkantoran dinas. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar akan memulai keadaan normal baru dari perkantoran dinas. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nggak cuma pemerintah, dia juga meminta agar seluruh instansi swasta seperti pabrik, pasar, dan swalayan melakukan hal serupa. Menurutnya, bidang layanan umumlah yang harus menerapkan protokol kesehatan.

“Bisa dikasih tabir pembatas saat ketemu masyarakat langsung. Yang back office kami minta untuk mengatur jarak agar jangan terlalu dekat,” ujarnya.

Ganjar pun mencontohkan sebuah pabrik di Kudus yang telah menerapkan protokol kesehatan. Begitupula pada pasar-pasar di Salatiga. Semua sebetulnya sudah paham cara-caranya, baik dari visual maupun polanya. Lambat laun pasti semua akan menemukan satu formula yang bagus.

Khusus supermarket dan mal, Ganjar menginstruksikan agar bupati dan wali kota lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan. Ganjar menyebut saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan Lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.

"Kami sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan pasca-lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kami minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik," tandasnya.

Tabir pembatas diminta untuk lebih banyak digunakan khususnya bagi tempat pelayanan publik. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Tabir pembatas diminta untuk lebih banyak digunakan khususnya bagi tempat pelayanan publik. (Inibaru.id/ Audrian F)

Supaya protokol kesehatan berjalan optimal, Ganjar meminta agar seluruh daerah menerjunkan semua potensi penegak peraturan, dari satpol PP, dan yang paling bawah seperti Satpam sampai peran pengawasan masyarakat. Apalagi beberapa daerah telah menerbitkan regulasi, dari Perwal hingga Perda.

Namun, untuk penerapan normal baru, Ganjar merasa belum akan menerapkan secara langsung dalam waktu dekat ini. Dia masih ingin menyesuaikan dengan grafik penurunan kasus Covid-19.

"Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa. Sekarang kita latihan dulu," katanya.

Gimana, Millens, kamu sudah siap menjalani normal baru? (IB28/E05)