Wuku Taun, Wujud Syukur dan Silaturahmi Warga Kampung Cikondang

Wuku Taun, Wujud Syukur dan Silaturahmi Warga Kampung Cikondang
Upacara Wuku Taun di Kampung Adat CIkondang, Bandung. (bobo.grid.id)

Wuku Taun menjadi tradisi untuk merayakan awal tahun baru Hijriah bagi para warga di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung. Wuku Taun juga menjadi acara berkumpul dengan sanak keluarga.

Inibaru.id – Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim. Nggak heran jika ada berbagai tradisi menyambut datangnya bulan hijriah. Nah, masyarakat adat di Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki tradisi Wuku Taun untuk menyambut tahun baru, Millens.

Melansir dari bobo.grid.id (13/10/2017 ), Wuku berarti buku, yang memiliki makna membuka lembaran baru. Wuku Taun adalah upacara adat yang dilakukan pada awal tahun Hijriah.

Upacara ini menjadi ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkah keselamatan di tahun lalu dan di tahun yang akan datang. Nggak cukup sehari lo untuk menyelenggarakan acara ini. Upacara Wuku Taun mulai dilaksanakan sejak 1-24 Muharam dan puncaknya pada 15 Muharam.

Perlu kamu tahu nih, Millens, tradisi Wuku Taun ini sudah diselenggarakan selama 4 abad, lo. Wah, lama banget ya.

Upacara Wuku Taun sebagai ungkapan rasa syukur dan sebagai acara silaturahmi keluarga. (pikiran-rakyat.com)

Kumpul Keluarga

Wuku Taun yang rutin diadakan ini biasanya diikuti oleh seluruh warga Kampung Adat Cikondang. Bahkan, keluarga yang sudah tinggal di luar kampung adat juga diundang, lo. Total keluarga yang ikut dalam upacara Wuku Taun bisa mencapai 850 keluarga. Nah karena diikuti banyak keluarga, upacara tersebut juga dijadikan acara silaturahmi keluarga, Millens.

Makanan dan lauk-pauk yang disajikan menggunakan alas daun pisang. (pikiran-rakyat.com)

Gotong royong juga bisa kamu lihat di acara ini, lo. Semua warga akan menyumbang apa saja yang diperlukan demi kesuksesan acara. Ada yang membawa beras, lauk – pauk, dan bahan makanan lain. Semua bahan makanan itu dikumpulkan di rumah adat. Para perempuan akan bekerja sama memasak di dapur, sedangkan para lelaki kebagian tugas membungkus makanan ringan dengan daun pisang.

Eits, nggak boleh asal dimakan ya. Semua makanan itu boleh dimakan bersama-sama, setelah belug. Belug merupakan seni tarik suara yang biasa dilakukan dalam upacara-upacara adat di Cikondang. Biasanya yang dilagukan adalah doa-doa dalam kitab.

Seru dan sakral ya tradisi ini. Sayangnya, kamu harus menunggu lumayan lama nih untuk menyaksikannya. Ha ha (IB12/E05)