Selayang Pandang Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kudus

Selayang Pandang Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kudus
Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kudus. (Tribratanewskudus.com)

Warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus punya tradisi unik pada Rabu terakhir dalam Safar. Tradisi itu bernama tradisi Rebo Wekasan.

Inibaru.id – Setiap tahun, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengadakan tradisi Rebo Wekasan. Tradisi ini diadakan pada Rabu terakhir di bulan kedua dalam penanggalan Hijriah yakni Safar. Pada tradisi tersebut, warga Desa Jepang bakal melakukan kirab budaya dan membagikan air Salamun.

Mengenai nama Rebo Wekasan, ada banyak versi yang menjelaskannya. Ada yang mengatakan Rebo Wekasan berasal dari kata Rebo yang berarti Rabu dan pungkasan yang bermakna terakhir. Namun, ada pula yang menyebut wekasan dalam kata itu  berarti "pesanan" karena Rabu terakhir Safar diyakini masyarakat sebagai hari diturunkannya bala atau malapetaka selama setahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Juli Kasiyanto menyebut tradisi ini dimulai ulama bernama Ndoro Ali pada 1925 silam. Tradisi itu bertujuan untuk mensyiarkan ajaran Islam dengan cara membagian air Salamun yang berasal dari sumur kuno di Masjid Al-Makmur, Jepang, Mejobo. Konon, sumur ini terbentuk dari bekas tancapan tongkat Sunan Kudus yang mengeluarkan air.

“Air Salamun diyakini bertuah dan bisa menjadi penolak bala dan marabahaya. Kata Salamun berasal dari kata ‘salam’ yang artinya ‘selamat’,” jelas Juli seperti ditulis Tribratanews.jateng.polri.go.id (14/11/2017).

Dalam tradisi itu, setiap RT dan RW yang ada di Desa Jepang mengirim perwakilan untuk memeriahkan kirab budaya. Nggak ketinggalan, santri dari pondok pesantren, ibu-ibu PKK, organisasi masyarakat (ormas), dan masyarakat lain juga ikut ambil bagian.

Tradisi ini dimulai dengan kirab budaya. Pada 2017 lalu, rirab dilakukan sejauh 2 kilometer dari lapangan Kecamatan Mejobo dan berakhir di Masjid Al-Makmur. Di dalam kirab itu, kamu bisa melihat hasil pertanian, kerajinan bambu, dan potensi lain dari Desa Jepang. Selain itu, pawai juga dimeriahkan pelbagai kesenian seperti pakaian adat budaya, kendaraan hias, gunungan hasil bumi, hasil kerajinan masyarakat dan UMKM, serta drum band.

Wah, menarik nih. Hayo, siapa yang pernah menonton tradisi Rebo Wekasan di Kudus? (IB09/E04)