Waisak Dirayakan dari Rumah, Persiapan di Wihara Jauh dari Kata Meriah

Waisak Dirayakan dari Rumah, Persiapan di Wihara Jauh dari Kata Meriah
Wihara Gunungpati. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Waisak 2020 jatuh pada Kamis (7/5) besok. Meskipun demikian nggak banyak yang dilakukan wihara karena ibadah akan dilaksanakan secara mandiri.

Inibaru.id - Selasa (5/5) siang, suasana sepi saya dapati di wihara Buddhadipa Pakintelan, Semarang. Wihara kecil yang terletak di tengah permukiman warga yang cukup jauh dari keramaian kota ini tampak tak menunjukkan tanda-tanda persiapan perayaan Waisak yang bakal digelar pada Kamis (7/5) sore. Hingga beberapa saat menunggu, akhirnya saya bertemu dengan Daryono, pengurus Wihara yang tinggal tak jauh dari wihara.

Sambil menyapu halaman wihara, dia mengungkapkan bahwa perayaan Waisak tahun ini nggak terlalu punya banyak persiapan karena perayaannya dilakukan di rumah masing-masing. Dia mengaku bahwa persiapannya sekadar menata altar untuk sembahyang yang kemungkinan cuma dihadiri oleh keluarga kecilnya.

“Paling besok keluarga sama istri dan anak tidak melibatkan umat,” tutur Daryono.

Walaupun perayaan Waisak dilakukan dari rumah masing-masing, wihara bakal tetap dibuka. Hanya, tak ada sembahyang bersama. Lelaki yang juga menjadi guru agama Buddha ini menuturkan bahwa altar sebagai sarana sembahyang bakal dia siapkan kalau-kalau ada yang datang.

Altar utama yang kosong dan tanpa pernak-pernik meriah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Altar utama yang kosong dan tanpa pernak-pernik meriah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Suasana serupa juga terlihat di Wihara Gunungpati yang punya bangunan lebih besar dengan kapasitas yang lebih banyak. Setidaknya 1000-an umat Buddha dari seluruh Semarang berkumpul setiap Waisak tiba. Karena perayaan dilakukan secara sederhana, tak banyak persiapan di wihara.

Menurut kepala wihara Gunungpati, biksu Khemacaro Mahathera, persiapan Waisak di wihara ini nggak terlalu ribet seperti biasanya. Menurutnya, perayaan di wihara Gunungpati sendiri bakal diperuntukkan bagi internal wihara serta keluarga yang tinggal di dalamnya sekitar 4 orang biksu dan 10 umat Buddha.

“Biasanya persiapannya agak ribet seperti menyiapkan peralatan sembayang persembahan, bersih-bersih dan memasang  berbagai atribut,” tutur lelaki yang juga Ketua Umum Sangha Agung Indonesia ini.

Sore itu suasana wihara Gunungpati tampak ramai. Beberapa tukang sedang melakukan aktivitas. Rupanya mereka sedang memperbaiki bagian-bagian wihara yang rusak, bukannya membantu mempersiapkan perayaan Waisak 2020. 

Saya melayangkan pandangan ke arah altar. Tampilannya biasa, nyaris tanpa pernak-pernik khas Waisak. Hm, tampaknya Waisak tahun ini benar-benar dilakukan secara sederhana.

Persiapan Waisak dengan bersih-bersih. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Persiapan Waisak dengan bersih-bersih. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Imbauan untuk merayakan Waisak di rumah masing-masing sudah disebar melalui berbagai media. Umat Buddha dapat mengikuti ibadah serentak mulai pukul 17.00 WIB. Acara puncaknya akan dilaksanakan pada pukul 17.44.14 WIB. Pada waktu tersebut umat Buddha di seluruh dunia bakal melakukan meditasi merenungi kebesaran Waisak.

Biksu Khemacharo berharap agar seluruh umat Buddha di Indonesia mematuhi imbauan pemerintah untuk melakukan ibadah dari rumah supaya wabah ini segera berakhir.

 “Kami sangat berharap ke depan dapat membawa hikmah bagi seluruh masyarakat seluruh Indonesia khususnya bisa berjuang bersama agar patuh terhadap imbauan pemerintah dan tokoh agama agar wabah segera berakhir,” tutupnya.

Persiapan apa nih yang sudah kamu lakukan untuk menyambut waisak, Millens? (Zulfa Anisah/E05)