Jolenan, Upacara Merti Desa di Kampung Halaman WR Soepratman

Jolenan, Upacara Merti Desa di Kampung Halaman WR Soepratman
Persiapan keberangkatan Jolenan. (Amazingpurworejo.blogspot)

Jolenan merupakan upacara merti desa sebagai wujud rasa syukur dan peringatan atas kemenangan Adipati Singanegara terhadap gangguan makhluk halus pada bulan Sapar.

Inibaru.id - Sedekah bumi sepertinya menjadi ritual yang nggak bakal hilang di Indonsesia, khususnya masyarakat Jawa. Ritual yang merupakan wujud syukur kepada Tuhan itu biasanya dilakukan dengan mempersembahkan aneka hasil bumi yang kemudian dibagi-bagikan, seperti pada tradisi Jolenan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Jolenan adalah upacara sedekah bumi di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Perlu kamu tahu, desa yang berada di deretan Pengunungan Menoreh ini merupakan kampung halaman pahlawan nasional Indonesia, WR Soepratman.

Disebut upacara jolenan sebab upacara ini menggunakan jolen, keranjang untuk meletakkan aneka jenis makanan yang biasa ada dalam upacara tersebut. Jolen terbuat dari anyaman bambu beralas persegi panjang dengan tutup berbentuk piramida. Pada ritual jolenan, jolen diisi nasi tumpeng, ayam panggang, jadah, rengginang, dll.

Mengarak jolen pada ritual Jolenan. (Kebumenekspres)

Kemunculan perayaan dua tahunan ini nggak lepas dari kisah Perang Bubat, pertempuran antara Kerajaan Majapahit versus Pajajaran. Kala itu, wilayah Desa Somongari yang harus dilewati prajurit Majapahit masih berupa hutan perawan yang penuh makhluk halus.

Saat para prajurit bermalam dan menebang pohon di hutan tersebut konon sempat diganggu makhluk halus, hingga hilang dan mati. Untuk mengakhiri ini, Adipati Singanegara, ketua rombongan, pada Selasa Wage bulan Sapar, bersemedi. Dalam semedi, Singanegara berduel dengan penguasa hutan dan menang.

Pelbagai kesenian yang ditampilkan pada Jolenan. (Desawisatasomongari.blogspot)

Setelah kemenangan itu, Desa Somongari menjadi ramai. Nah, untuk memperingati kemenangan tersebut, warga menggelar perayaan yang jatuh tiap Selasa Wage pada Sapar, yang digelar sekali dalam dua tahun. Upacara ini kemudian dikenal sebagai Jolenan.

Sajian utama pada upacara ini berupa nasi tumpeng, ayam panggang, dan pisang raja, yang merupakan tingginya harapan. Lalu, ada ketan yang menyimbolkan persatuan, baik dalam perkataan maupun tujuan hidup. Kemudian ada ledre, jajanan dari ketela yang merupakan hasil bumi warga setempat.

Jolenan. (Youtube)

Setelah lengkap, jolen-jolen tersebut kemudian diarak keliling kampung. Begitu ritual kelar, semua makanan yang dipercaya memiliki keberkahan itu kemudian diperebutkan seluruh warga yang hadir. Selama acara digelar, masyarakat juga menampilkan pelbagai kesenian seperti tayuban, reog, kuda kepang, dan lain-lain.

Hm, menarik ya, Millens! Jika pengin ikut berebut makanan dan ngalap berkah pada acara jolenan, coba buka kalendermu dan sesuaikan jadwalmu untuk bertandang ke Purworejo ya! (MG25/E03)