Upacara Adat Yadnya Kasada, Pesona Budaya dari Gunung Bromo

Selain keindahan alamnya, Bromo juga memiliki tradisi budaya yang juga mampu menarik banyak wisatawan. Salah satunya adalah upacara Yadnya Kasada. Seperti apa sih tradisi ini?

Upacara Adat Yadnya Kasada, Pesona Budaya dari Gunung Bromo
Upacara Yadnya Kasada. (kompas.com)

Inibaru.id - Tersebar di 60 desa sekitar Gunung Bromo meliputi Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang, suku Tengger memiliki ritual adat yang wajib diselenggarakan setiap tahun. Nggak peduli apa pun yang terjadi, tradisi ini harus tetap dilakukan. Upacara adat Yadnya Kasada namanya.

Mengutip bbc.com (28/07/2016), Yadnya Kasada merupakan sebuah upacara adat umat Hindu suku Tengger yang diselenggarakan pada hari ke-14 bulan Kasada, saat bulan purnama. Upacara adat tersebut digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo.

Jaranan Slining Lumajang. (kompas.com)

Di sana, pada tengah malam hingga dini hari mereka akan berdoa besama dipimpin oleh pemimpin umat Hindu Suku Tengger. Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi puncak yaitu melempar aneka sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo. Biasanya berupa hasil bumi, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hewan ternak dan lain-lain. Hal ini bertujuan sebagai bentuk syukur warga kepada Sang Hyang Widhi atas nikmat dan rezeki yang sudah didapatkan dan juga menjadi simbol tolak bala.

Berebut Sesaji

Sesaji yang dimasukkan ke dalam kawah akan diperebutkan oleh masyarakat. Mereka nggak segan segan masuk ke cekungan kawah dan menunggu sesajen. Mereka percaya bahwa dengan mengambil barang yang dikorbankan akan membawa keberuntungan. Mereka jauh-jauh hari sudah tiba di sini. Bahkan, ada yang sengaja mendirikan tempat tinggal sementara di sekitar Gunung Bromo, lo.

Salah satu masyarakat yang hadir mengambil sesaji berupa hewan ternak. (kompas.com)

Berlangsung Meriah

Mampu menarik banyak wisatawan, tradisi Yadnya Kasada juga dimeriahkan dengan berbagai pagelaran seni dan budaya. Mulai dari pertunjukan tradisional hingga kontemporer. Sebut saja  Kidung Tengger, parade jaranan Tengger, Reog Ponorogo, dan tari Sembilan Dewa. Nggak ketinggalan tarian sakral Roro Anteng dan Joko Seger. 

Ritual ini nggak lepas dari legenda anak sulung Roro Anteng dan Joko Seger, Jaya Kusuma yang bersedia dikorbankan untuk memenuhi janji orang tuanya pada Sang Hyang Widhi. Sebelum dia dikorbankan, dia berpesan agar setiap tanggal 14 bulan Kasada keturunan (suku Tengger) harus memberikan persembahan hasil bumi ke kawah Bromo. 

Benar nggaknya legenda di atas, tradisi Yadnya Kasada sayang dilewatkan. Tahun 2018 ritual ini diadakan tanggal 29-30 Juni. Tenang saja. tahun depan masih bisa menyaksikan kok. (IB05/E05)