4 Tradisi Pernikahan di Indonesia. Unik atau Aneh?

Tiap daerah pasti memiliki tradisi pernikahan yang berbeda-beda. Yuk, simak ulasan Inibaru.id tentang tradisi pernikahan yang unik di Indonesia.

4 Tradisi Pernikahan di Indonesia. Unik atau Aneh?
Salah satu pernikahan adat di Indonesia (gambarfashion.me)

Inibaru.id – Menikah menjadi salah satu fase yang akan dilalui oleh hampir setiap orang. Di Indonesia, momen penting ini kerap dirayakan secara besar-besaran. Nggak jarang pula yang menyertakan tradisi serta adat istiadat daerah. Berikut tradisi-tradisi pernikahan unik yang dirangkum dari Popbela.com (23/10/2017).

  1. Kawin Colong Suku Osing, Banyuwangi

Iringi-iringan pengantin di Banyuwangi. (goodnewsfromindonesia.com)

Secara praktik, tradisi kawin colong suku Osing di Banyuwangi ini mirip dengan adat kawin culik suku Sasak di Lombok. Namun jika ditelusuri sejarahnya, ternyata ada perbedaannya, lo. Awal mula tradisi kawin colong ini karena ada kejadian ketidaksetujuan orang tua akan calon pendamping putrinya tersebut.

Karena sudah terlanjur cinta, akhirnya pihak laki-laki pun menculik pujaan hatinya. Kemudian pihak laki-laki akan menunjuk seseorang yang lebih tua sebagai colok. Tugas dari si colok ini adalah membujuk orang tua perempuan agar pernikahan dapat dilangsungkan.

  1. Kromojati di Gunungkidul Jogjakarta

Kromojati di Gunungkidul. (tribunnews.com)

Kalau tradisi yang satu ini tergolong baru, Millens. Tradisi yang diteteapkan oleh pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ini diresmikan pada 2007 silam. Jadi, setiap laki-laki yang mau menikahi perempuan asal Bohol, Gunungkidul, harus menanam pohon jati di Gunungkidul sedikitnya 5 bibit. Wah, selain sebagai membayar mahar wajib, kromojati juga bisa jadi alat pelestarian lingkungan, ya. Keren!

  1. Menahan Buang Air di Suku Tidung, Kalimantan

Pasangan pengantin Suku Tidung di Kalimantan. (bbmessaging.com)

Setelah membahas tradisi pernikahan di Jawa, kita terbang ke pulau Borneo. Ada tradisi pernikahan yang sangat unik di Suku Tidung, Kalimantan. Jadi, setiap pasangan yang menikah di suku Tidung ini harus menahan buang air selama 72 jam atau setara 3 hari 3 malam.

Keluarga dari masing-masing pihak akan mengawasi calon pengantin agar nggak pergi ke kamar mandi. Masyarakat setempat percaya kalau menahan buang air ini akan memberikan kehidupan yang bahagia, dikaruniai anak serta rezeki yang berlimpah. Semoga saja nggak nambah penyakit kencing batu juga ya, Millens. He-he.

  1. Jual Beli di Bali

Kedua mempelai sedang melakukan jual beli. (flickr.com)

Terakhir kita akan menengok adat pernikahan di pulau Bali. Di pulau Dewata ini ada tradisi jual-beli yang dilakukan saat prosesi pernikahan. Si mempelai perempuan akan membawa bakul yang berisi dagangan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Kemudian mempelai pria akan membeli dagangan itu.

Proses jual-beli ini mencerminkan kehidupan rumah tangga yang harus saling melengkapi, memberi, mengisi, serta meraih tujuan yang dicita-citakan.

Nah, itu dia 4 tradisi pernikahan unik yang ada di Indonesia. Tentu masih sangat banyak tradisi-tradisi lain yang juga nggak kalah uniknya. Kalau daerahmu ada tradisi unik apa nih? (IB13/E05)