UN Ditiadakan, Anak SMA Kecewa atau Malah Girang Nih?

UN Ditiadakan, Anak SMA Kecewa atau Malah Girang Nih?
Gerbang masuk SMA N 2 Bae terlihat lenggang karena tidak ada aktivitas belajar mengajar. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Siswa-siswa SMA ini sudah melakukan persiapan maksimal untuk menyambut Ujian Nasional (UN). Tapi seminggu sebelum UN, pemerintah mengumumkan untuk membatalkannya. Seperti apa tanggapan mereka? Sedih atau senang?

Inibaru.id - Kamu yang sudah pernah melalui ujian nasional (UN) mungkin masih ingat seperti apa rasanya. Deg-degan setengah mati menghadapi soal yang beda dengan kisi-kisi dan pengawas yang entah kenapa tampak galak bukan main. Nggak jarang beberapa siswa stres karena membayangkan situasi ini.

Mereka memilih mempersiapkan diri seperti mengikuti les dan membeli buku-buku sukses UN. Lalu apa jadinya kalau persiapan matang itu sia-sia karena UN dibatalkan satu Negara?

Pembatalan ini memang nggak asal. Ada pandemi yang sedang meneror. Jika UN diteruskan, takutnya bakal lebih banyak lagi yang tertular wabah corona.

Nah, ada pertanyaan yang cukup usil nih, Millens. Kira-kira seperti apa ya perasaan anak SMA yang nggak jadi UN? Senang karena nggak ada ujian atau kecewa karena persiapannya percuma?

Jawaban nggak terduga datang dari Hasna, Siswi kelas 3 SMA Ibu Kartini Semarang. Dia mengaku sangat kecewa mendengar kabar mengenai UN yang ditiadakan ini. Hasna berharap bisa merasakan UN.

Perempuan ini menyebut sudah melakukan segala persiapan termasuk mental untuk menghadapi UN. Harapan Hasna untuk mencicipi UN harus kandas manakala Menteri Pendidikan mengumumkan pembatalan ujian seminggu sebelumnya.

“Intinya kecewa, susah ngomongnya,” curahan hati Hasna saat saya menghubunginya via Whatsapp pada Selasa (31/3).

Hampir sama dengan cerita Hasna, Siswa MA Muhammadiyah Kudus bernama Hanifa juga mengungkapkan rasa kecewanya.

Buku Penunjang UN yang sudah dipelajari para siswa untuk menghadapi UN. (Inibaru.id/ Rafida Azundhani)
Buku Penunjang UN yang sudah dipelajari para siswa untuk menghadapi UN. (Inibaru.id/ Rafida Azundhani)

Dia mengaku sudah menyiapkan UN secara maksimal dengan belajar setiap malam, membeli buku penunjang UN, bahkan sampai sering try out melalui aplikasi belajar daring. Walaupun dalam hatinya juga merasakan sedikit kelegaan karena nggak perlu bertempur dengan UN.

“Tapi lebih banyak sedihnya, agak kecewa juga,” ungkap Hanifa.

Pendapat berbeda datang dari Ahmi Komaruddin. Siswa SMA N 3 Pati ini menceritakan perasaan bahagianya mendengar kabar UN ditiadakan. Meskipun dia sudah cukup lama belajar mempersiapkan UN, bahkan sampai mengikuti lembaga bimbingan belajar daring. Tetapi dia merasa lega nggak jadi menghadapi UN secara langsung.

“Saya sangat senang sekali, soalnya langsung lulus. Jadi bisa fokus belajar untuk UTBK aja,” ungkap Ahmi.   

Begitulah perasaan siswa yang nggak jadi UN, Millens. Kalau kamu di posisi mereka senang apa sedih nggak jadi UN? (Rafida Azzundhani/E05)