Potong Gombak di Lereng Gunung Merbabu dan di Kabupaten Temanggung

Tradisi potong rambut gimbal yang dilakukan secara turun-temurun nggak hanya dilakukan di Dataran Tinggi Dieng lo. Kamu juga bisa menemukan tradisi serupa di lereng Gunung Merbabu dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di sana Tradisi ini disebut Potong Gombak. Seperti apa ya?

Potong Gombak di Lereng Gunung Merbabu dan di Kabupaten Temanggung
Tradisi potong rambut gimbal di Kabupaten Temanggung. (buddhazine.com)

Inibaru.id

Sobat Millens pernah melihat orang yang berambut gimbal? Rambut gimbal atau disebut juga rambut gembel merupakan suatu kondisi ketika rambut sangat kusut hingga menggumpal dan susah disisir.

Berbeda dengan rambut gimbal milik Bob Marley atau Mbah Surip yang menjadi tren gaya rambut, kamu bisa menemukan orang dengan rambut gimbal yang tumbuh alami di masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, Millens.

Fenomena rambut gimbal ini dianggap sebagai sebuah karunia. Warga setempat percaya, bahwa anak-anak yang memiliki rambut gimbal merupakan titipan dari dewa. Rambut gimbal yang ingin dipotong juga tidak bisa sembarangan, lo. Warga harus melakukan ritual khusus sebelum memotong rambut gimbal.

Tradisi potong rambut gimbal ini sering dijumpai di daerah Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Namun nggak hanya di Dieng, melansir dari detik.com (9/4/2018), tradisi potong rambut gimbal juga bisa dijumpai di lereng Gunung Merbabu.

Tepatnya ada di Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Tradisi yang juga disebut dengan potong gombak ini sudah dilakukan secara turun temurun.

Prosesi

Sebelum pemotongan, warga Dusun Tekelan mengadakan doa bersama untuk keselamatan anak dan keluarganya, serta untuk keselamatan warga setempat. Namun untuk doa bersama ini, disesuaikan dengan tata acara agama yang dianut oleh warga karena sebagian warga dusun ini juga menganut agama Buddha.

Kemudian, rambut anak yang gimbal itu dipotong dan diletakkan ke dalam mangkuk berisi air. Setelah itu, keluarga juga melakukan ruwatan. Warga setempat percaya, jika memotong rambut gimbal tanpa dilakukan ruwatan, maka akan tumbuh rambut gimbal lagi.

Berbeda dengan tradisi potong rambut di Dieng yang dilakukan bersama-sama, warga Dusun Tekelan melakukan tradisi ini secara sendiri-sendiri. Hal ini dikarenakan sesuai dengan perhitungan Jawa masing-masing dan melihat kesiapan finansial orang tua anak.

Eits, ternyata nggak hanya di dua tempat itu saja, buddhazine.com (12/2/2016), menulis,  tradisi potong rambut gimbal juga bisa kamu temui di Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Nah, tradisi-tradisi unik ini merupakan bukti kekayaan budaya Indonesia. Semoga tradisi ini tetap lestari ya, Millens. (IB12/E05)