Tradisi Menjemur Gabah di Jalan, Boleh Diinjak Kendaraan Nggak, Sih?

Tradisi Menjemur Gabah di Jalan, Boleh Diinjak Kendaraan Nggak, Sih?
Menjemur gabah di jalan, boleh diinjak kendaraan nggak, sih? (Suarantb/Her)

Kamu pasti pernah mengalami dilema ini, Millens. Sudah mau lewat di jalan dengan kendaraan, ada orang menjemur gabah di jalan. Kira-kira, boleh diinjak dengan kendaraan nggak, ya?

Inibaru.id – Kalau kamu sempat main ke daerah, khususnya wilayah yang merupakan penghasil padi, pasti nggak asing dengan tradisi menjemur gabah di jalan usai panen. Nah, kalau kamu membawa sepeda motor atau mobil, pasti bakal ragu untuk tetap melewatinya apa nggak, ya.

Kalau kamu bukan warga lokal, pasti ada rasa nggak enak kalau tetap melaju dengan kendaraan. Meski gabah itu dijemur di jalan, tetap saja ada rasa nggak enak kalau menginjaknya karena apapun itu, gabah akan diolah menjadi beras dan akhirnya jadi nasi yang dimakan.

Kadang, kamu juga bakal ngerasa jengkel dengan hal ini. Namun, sebenarnya para penduduk yang menjemur gabah ini juga nggak bisa seratus persen disalahkan, kok, Millens. Maklum, mereka baru saja panen, namun halaman rumah mereka nggak cukup luas untuk dijadikan tempat menjemur gabah. Otomatis, mereka pun mencari solusi lain, yakni dengan menjemurnya di jalan yang luas.

Sebenarnya sih ya, di sejumlah tempat ada lapangan atau halaman di tempat penggilingan padi yang cukup luas untuk menjemur. Tapi, kamu tahu kan tempat itu terbatas dan nggak semua orang bisa memakainya. Jadi, ya, solusinya balik lagi, menjemur gabah di jalan saja.

Lantas, balik lagi ke pertanyaan, sebenarnya boleh nggak sih diinjak kendaraan? Kalau yang ini sih kebanyakan orang yang menjemur gabah di jalanan nggak mempermasalahkannya. Mereka nggak bakal ambil pusing kalau gabah yang dijemur itu dilindas sepeda motor atau mobil. Memang itu risikonya.

Ada sejumlah alasan mengapa banyak orang menjemur gabah di jalan. (kabardaerah)
Ada sejumlah alasan mengapa banyak orang menjemur gabah di jalan. (kabardaerah)

Toh, paling hanya sedikit gabah yang tercecer di jalanan atau nempel di ban kendaraan. Soal kebersihan, kebanyakan penduduk nggak mempermasalahkannya karena beras masih terlindungi kulit gabah. Jadi dianggap masih aman nantinya untuk dikonsumsi, Millens.

Meski begitu, ada juga yang nggak mau gabahnya dilindas kendaraan. Biasanya sih kalau jalan di sekitar tempat menjemur kotor dan berlumpur. Kalau sudah begini, mending cari alternatif jalan lain deh.

Nah, kalau kamu terpaksa melindas gabah yang dijemur di jalan, tetap harus hati-hati ya, apalagi kalau memakai sepeda motor. Gabah ini sebenarnya mirip pasir lo. kalau kamu nggak berhati-hati atau malah ngebut, bisa jadi terpeleset dan jatuh, deh.

Selain itu, usahakan untuk bilang permisi ya, apalagi kalau orang yang menjemur sedang menunggui gabah tersebut. Setidaknya dengan melakukan itu, pemilik gabah pasti ikhlas kalau kamu melindas gabah itu dengan sepeda motor.

Lantas, ngapain sih gabah yang dijemur harus ditunggui? Kalau yang ini sih agar gabah-gabah ini nggak dijadikan ajang pesta makan alias mukbang ayam-ayam sekitar, Millens. Kalau dibiarkan, bisa berkurang banyak deh gabahnya. Apalagi, selain ayam, kadang burung juga ikut memakannya, kok.

Kalau kamu, sudah pernah nggak mengalami dilema mau melewati gabah yang dijemur dengan kendaraan, Millens(Hip/IB09/E05)