Segentong Harapan untuk Sanak Keluarga di Tanah Haram

Segentong Harapan untuk Sanak Keluarga di Tanah Haram
Tradisi Gentongan. (Foto:MNC Media/Toiskandar)

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bentuk tradisi. Salah satunya adalah Tradisi Gentongan asal Cirebon yang menarik untuk kamu ketahui. Yuk simak!

Inibaru.id – Jalan-jalan ke Cirebon? Dijamin kamu nggak akan kehausan karena kamu bakalan menemukan gentong-gentong berisi air di beberapa rumah warga. Mereka sedang menjalankan tradisi Gentogan atau Gentong Haji, Millens.

Gentong Haji ini merupakan sebuah tradisi turun-temurun di mana sebuah gentong dari tanah liat berisi air yang siap untuk diminum diletakkan di depan rumah seseorang yang tengah melaksanakan ibadah haji.

Viva.co.id, Kamis (3/11/2011), menulis, melalui gentong ini, keluarga jemaah haji dan siapa pun yang meminumnya saling berharap mendapatkan berkah. Siapa pun boleh meminum air dari gentong haji ini tanpa syarat dengan harapan jemaah yang berangkat ke Tanah Suci memperoleh ketenangan, keteduhan, dan keselamatan.

Tradisi dari Zaman Perjuangan

Seorang budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer, mengatakan bahwa tradisi gentong haji ini berasal dari tradisi lama bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Pada masa itu, penduduk menyediakan air di dalam gentong dan diletakkan di depan rumah untuk para pejuang yang lewat.

Hingga saat ini, tradisi ini masih terus dilestarikan seperti yang dapat ditemui di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Uniah (44), warga Desa Pangkalan ini sudah tiga hari ini rajin menyediakan gentong yang telah diisi air minum di depan rumahnya. Uniah mengikuti tradisi ini sebab ibunya tengah berangkat ke Tanah Suci.

Mengisi air ke dalam gentong setiap hari. (Tribun Jabar/Ahmad Imam B)

"Yang ibadah haji itu ibu saya, namanya Arsih (73). Ibu berangkatnya Minggu (28/7/2018) kemarin, gentong ditaruh di depan sehari sebelum ibu diberangkatkan," kata Uniah, seperti ditulis Detik.com, Selasa (31/7/2018).

Lebih lanjut, Uniah mengatakan Tradisi Gentongan sudah dijalankan secara turun temurun setiap ada orang yang melaksanakan ibadah haji. "Sudah dari dulu ada. Diniati sebagai sedekah kepada orang yang haus, yang ingin minum. Tujuannya agar yang sedang ibadah haji rasanya tetap adem, tidak kepanasan saat menjalankan ibadah haji," kata Uniah.

Nggak cuma menjalankan tradisi Gentongan saja, Uniah dan pihak keluarganya juga menggelar pengajian secara rutin untuk mendoakan orang yang tengah menjalankan ibadah haji. 

Selain di Desa Pangkalan, tradisi ini juga dapat ditemui di kecamatan lain seperti Kecamatan Weru, Gunungjati, Suranenggala, dan Kapetakan. Wah, menarik banget ya Millens! (IB07/E05)