Tengok Bustaman, Mengenal Kampung Bustaman dengan Pergelaran Seni dan Budaya

Tengok Bustaman, Mengenal Kampung Bustaman dengan Pergelaran Seni dan Budaya
Warga duduk lesehan untuk menyaksikan pergelaran seni sebagai pembuka Tengok Bustaman ke-IV. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Di Tengok Bustaman kamu bisa puas menyaksikan aneka pergelaran seni yang memukau. Sayangnya, kamu harus sabar menunggu karena acara ini hanya diadakan dua tahun sekali. Seperti apa keseruannya?

Inibaru.id - Pernahkah kamu mendengar tentang Kampung Bustaman? Kampung ini rutin menggelar pentas seni dan budaya. lo. Kamu bisa menemukan budaya lokal khas warga Semarang yang dirangkum dalam acara Tengok Bustaman. Acara ini adalah agenda dua tahunan yang digelar oleh warga setempat. Terletak di Kampung Bustaman Jalan MT Haryono, Semarang acara ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah Kampung Bustaman kepada pengunjung baik itu sejarah, kebudayaan, atau kekhasannya.

Tengok Bustaman ke-IV ini merupakan agenda dua-tahunan yang rutin diselenggarakan. Mengangkat tema “Bustaman Untuk Dunia” menggambarkan semangat warga kampung Bustaman untuk berkontribusi pada dunia. Acara pembukaan Tengok Bustaman yang digelar pada Sabtu malam (20/4) kemarin berlangsung meriah.

Supriyadi membuka Tengok Bustaman ke-IV sebagai perwakilan dari DPRD Kota Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Supriyadi selaku DPRD Kota Semarang mengapresiasi acara ini sebagai bentuk guyub rukun warga Kampung Bustaman untuk nguri-uri budaya. “Agenda ini juga sudah masuk dalam agenda wisata pemerintah kota yang tentunya akan didukung oleh pemerintah Kota Semarang,” katanya menutup pidato usai membuka acara ini. Dalam kesempatan tersebut, Bambang Sadono yang juga merupakan budayawan Semarang berharap pergelaran semacam ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang dan dimasukkan menjadi agenda wisata.

Dalam acara malam itu, turut diresmikan pula Galeri Bustaman yang berada di dalam komplek Kampung Bustaman. Setelah itu, pengunjung disuguhi musikalisasi puisi dan pementasan teater. Suasana guyub khas warga kampung sangat terasa saat penonton duduk beralaskan tikar dan saling membaur. Penampilan teater dengan lakon “Jembatan Mberok” menjadi gong dari acara tersebut. Dengan guyonan khas, kelompok teater ini menghibur masyarakat yang datang. Meski acara digelar hingga larut malam, penonton nampak antusias untuk menyimak acara hingga selesai.

Pementasan teater dengan lakon "Kreteg Mberok" meramaikan pembukaan Tengok Bustaman ke-IV. (Inibaru/ Zulfa Anisah)

Bombom, ketua panitia acara mengaku senang karena antusias masyarakat dalam menyaksikan Tengok Bustaman. “Meski tadi hujan, ternyata yang datang tetap rame. Semoga acara ini bisa jadi bertaraf Internasional,” tutur Bombom yang senada dengan tema Tengok Bustaman kali ini.

Kaalau kamu sudah pernah ke sini belum, Millens? (Zulfa Anisah/E05)