Serunya Tawur, Tradisi Tebar Uang Khas Tegal

Serunya Tawur, Tradisi Tebar Uang Khas Tegal
Warga berebut uang tawur. (laraspostonline.com)

Ritual tawur merupakan sesi yang paling ditunggu-tunggu. Tua, muda, lelaki, maupun perempuan akan berebut uang tawur. Meskipun jumlah uang tawur ini nggak seberapa, nggak mengurangi antusiasme warga untuk mendapatkannya.

Inibaru.id – Satu ritual yang nggak boleh dilewatkan orang Tegal yang sedang menggelar hajatan adalah tawur. Tawur atau sawur dalam bahasa Tegal adalah melempar atau menyebarkan sesuatu untuk diambil baik manusia maupun hewan.

Tradisi ini merupakan salah satu cara mengungkapan rasa syukur pemilik hajat dan ingin membangikan sebagian rezekinya kepada warga sekitar.

Uang koin mulai pecahan Rp100 hingga Rp1.000 yang dicampur dengan beras. Jika yang ingin ditawur berbentuk uang kertas, uang digulung supaya lebih mudah disebar. Nggak ada patokan jumlah uang yang harus di-tawur. Semua tergantung kemampuan pemilik hajat.

Nah, beras yang ikut ditawur bersama uang biasanya ada dua jenis. Yaitu beras biasa dan beras yang diwarnai kunyit sehingga warnanya kuning. Oya, warna kuning dipilih karena beras kuning melambangkan kebersamaan tuh, Millens.

Selain beras dan uang, juada biasanya juga ikut ditawur, lo. Juada merupakan jajanan pasar yang terbuat dari terigu, telur, santan, dan gula. Sayangnya, juada sering diganti camilan anak-anak karena makanan ini makin sulit didapat.

Juada basah biasanya berwarna hijau karena diberi pewarna alami pandan. (cookpad.com)

Setelah sesi doa dan makan bersama, pemilik hajat akan memberi kode untuk melaksanakan tawur. Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Warga akan berdiri bergerombol dan memasang ancang-ancang saat uang tawur dilemparkan. Seru dan ramai banget pokoknya.

Makanan yang disajikan dibuat sederhana saja, karena inti dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Selain itu, akan lebih cepat dan mudah dibereskan ketika acara berlanjut ke prosesi tawur.

Doa bersama mensyukuri berkah dalam hidup. (Instagram/@alvani56)

Peserta tawur nggak pandang bulu, Millens. Anak kecil, orang dewasa, baik pria atau wanita yang mampu maupun kurang mampu pun ikut beramai-ramai berebut uang tawur tersebut.

Warga antusias berebut uang tawur. (Instagram/@alvani56)

Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi yang sudah berlangsung turun temurun ini juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi. Hm, makin akrab dengan tetangga, kan?

Wah, unik sekali ya, tradisi masyarakat Tegal ini. Kalau di tempatmu ada tawur juga nggak, Millens? (MG13/E05)