Beberapa Tari Khas Purbalingga yang Variatif

Ada banyak kesenian daerah yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Nggak terkecuali kesenian tari, Purbalingga memiliki sejumlah tarian khas yang unik.

Beberapa Tari Khas Purbalingga yang Variatif
Tari Dayakan (Braling.com)

Inibaru.id – Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah memiliki sejumlah tarian daerah yang istimewa. Potensi budaya daerah tersebut seolah-olah nggak habis-habis memukau masyarakat. Apa saja ya tarian daerah yang ada di Purbalingga?

Tari Lenggasor

Tari Lenggasor (youtube.com)

Tari Lenggasor memiliki gerakan yang unik dan energetik. Nama tarian ini berasal dari kata “lenggah” (duduk) dan “ngisor” (bawah) seperti ditulis gpswisataindonesia.info (9/6/2017). Itu artinya, manusia harus tunduk pada Tuhan dan patuh pada orang tua. Tari Lenggasor merupakan kesenian Lengger yang telah dikembangkan, yakni sebuah kesenian tari yang diiringi musik calung.

Tari Aksimuda

Tari Aksimuda (tradisikita.my.id)

Tarian ini merupakan jenis kesenian yang bernapaskan Islam. Disajikan dalam bentuk atraksi pencak silat, tarian ini dipimpin oleh seorang pendekar yang menguasai gerakan silat. Setiap gerakan perlu menyelaraskan dengan kekuatan tenaga, variasi tari, dan ketukan musik. Tarian ini juga disebut sebagai “peksi muda” yang berarti burung muda yang lincah.

Tari Dayakan

Tari Dayakan (braling.com)

Berasal dari Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, tarian ini disuguhkan untuk menyambut wisatawan. Eits, Millens perlu tahu nih, para penari tarian ini mengenakan aksesori dari daun, lo. Tarian ini disebut mirip dengan Topeng Ireng dari lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Namun, berbeda dari Topeng Ireng, penari Tari Dayakan biasanya adalah anak-anak dan atributnya berasal dari bahan alami yakni rumput dan janur kuning. Mengutip dowisata.com, wajah anak-anak itu pun digambari dengan arang. Musik yang mengiringi tarian ini berasal dari kentongan, gong, dan ember.

Tari Buncis

Tari Buncis (liputan6.com)

Terdapat delapan penari dalam tarian yang disajikan dengan musik angklung ini. Yang unik, para penari ini juga sekaligus berperan sebagai pemusik dan vokalis. Konon, kata “buncis” berasal dari “bunter” (gagang) dan “cis” (keris kecil) seperti yang ditulis kompasiana.com (8/11/2014).

Tari Gidro

Tari Gidro (youtube.com)

Berdasaran bahasa lokal daerah Banyumasan, kata “gidro” berarti “berjingkrak-jingkrak”. Wajar saja, tarian ini dipenuhi gerakan dinamis, termasuk loncatan. Mengutip purbalinggakab.go.id, tarian ini merupakan kesenian yang menyimbolkan kegembiraan dan rasa syukur masyarakat atas rezeki yang melimpah.

Hmm, beberapa tarian khas Purbalingga ini memang menarik sekali, ya.(IB08/E02)