Tanaman Bunga 'Sakral' di Masjid Gedhe Kauman: Sawo, Kantil, dan Tanjung

Tanaman Bunga 'Sakral' di Masjid Gedhe Kauman: Sawo, Kantil, dan Tanjung
Pohon kantil menjadi salah satu pohon wajib di pelataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (Fimela)

Sawo, Kantil, dan Tanjung merupakan pepohonan yang ditanam di pelataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Selain berfungsi sebagai peneduh dan membuat udara jadi lebih sejuk, ternyata ada lo makna dari penanaman tumbuhan-tumbuhan tersebut.

Inibaru.id – Di Yogyakarta, ada satu tempat ibadah legendaris dan kaya akan nilai sejarah. Bangunan itu adalah Masjid Gedhe Kauman yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 29 Mei 1773.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, bangunan ini juga menjadi simbol harmonisasi dan kebudayaan Kesultanan Yogyakarta. Nah, masjid dengan nama lain Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta ini dibangun sebagai kelengkapan Kesultanan Islam Ngayogyakarta Hadiningrat.

Meski merupakan bangunan religius, bukan berarti kompleks masjid ini lepas dari simbol-simbol tradisi dan filsafat Jawa yang penuh makna. Bahkan, keberadaan tanaman bunga di kompleks masjid juga punya arti tersendiri, lo.

Omong-omong, bunga sebenarnya termasuk dalam ubo rampe yang kerap dipakai dalam upacara adat Jawa. Karena alasan inilah, bunga dianggap sebagai tanaman dengan makna filosofis yang cukup kuat.

Nah, di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, ada tiga macam pohon dengan bunga menarik yang ditanam sebagai pelengkap simbol filosofis bangunan. Tanaman itu adalah pohon sawo kecik, kantil, dan tanjung.

1. Sawo Kecik

  Pohon sawo kecik yang menaungi pelataran Keraton Yogtakarta. (Nurulfitri)
  Pohon sawo kecik yang menaungi pelataran Keraton Yogtakarta. (Nurulfitri)

Sawo adalah salah satu pohon yang hampir pasti bisa ditemui di masjid dan pesantren yang ada di Jawa. Tanaman ini juga punya nilai sejarah tinggi karena dijadikan salah satu simbol penanda dari para prajurit yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro.

Sawo kecik dalam Bahasa Jawa memiliki makna sarwa becik yang berarti mengandung hal-hal baik. Intinya, keberadaan pohon ini dianggap sebagai simbol dan harapan bagi manusia untuk mengambil serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Keberadaan sawo kecik di halaman masjid juga menandakan kalau umat Muslim harus bisa menerapkan ajaran baik dalam kehidupannya untuk dirinya sendiri maupun untuk sesamanya. Wah, benar-benar filosofi yang menarik, ya?

2. Kantil

Pohon kantil atau juga dikenal sebagai pohon cempaka punya kepanjangan kanthi laku tansah kumanthil dalam Bahasa Jawa. Nah, istilah ini punya makna jika ingin meraih ilmu, lakukanlah yang terbaik dan bersungguh-sungguh.

Bunga kantil juga punya makna lainnya, yakni adanya tali rasa tansah kumanthil yang berarti pengabdian yang mendalam tiada terputus, curahan kasih sayang, dan manfaat kepada seluruh makhluk hidup, kedua orang tua, serta para leluhur.

Pohon tanjung menjadi satu dari tiga pohon yang umum ditemukan di pelataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (Wanaswara)
Pohon tanjung menjadi satu dari tiga pohon yang umum ditemukan di pelataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (Wanaswara)

3. Tanjung

Pohon tanjung dalam Bahasa Jawa memiliki arti junjung dan sanjung. Maksudnya, manusia punya kewajiban untuk selalu menjunjung tinggi ajaran-ajaran berbudi dan berperilaku baik dalam berbagai kesempatan.

Pohon tanjung dipercaya dapat menyerap bau-bau nggak sedap. Selain itu, bunga dengan warna putih kekuningan ini memiliki aroma khas yang harum. Menariknya, ada yang menyebut aroma bunga tanjung nggak disukai ular sehingga hewan melata ini nggak bakal mendekat ke area masjid.

Ternyata, selain sebagai sarana peneduh dan penghasil udara yang sejuk, makna filosofis dari ketiga pohon itu cukup positif ya, Millens. Sewaktu liburan ke Yogyakarta, kalian pernah mampir ke Masjid Gedhe Kauman nggak nih? (Mas/Kom/IB31/E07)