Tanam Tembakau Petani Itu Diawali dengan Ritual Among Tebal

Di Lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, petani menggelar doa dalam ritual Among Tebal. Ini doa agar tanaman tembakau mereka tumbuh subur dan berpanen bagus.  

Tanam Tembakau Petani Itu Diawali dengan Ritual Among Tebal
Sesepuh petani tembakau memimpin ritual Among Tebal di perladangan kawasan lereng Gunung Sumbing Desa Legoksari, Tlogomulyo, Temanggung, Jawa Tengah (Antara/Anis Efizudin)

Inibaru.id –  Memulai sesuatu dengan berdoa itu baik. Ajaran leluhur kita dan ajaran agama apa pun di bumi Nusantara menganjurkan hal itu.

Nah, di kalangan petani tembakau, ada tradisi yang turun-menurun dilakukan menjelang masa tanam tumbuhan komoditas itu. Di Temanggung (Jawa Tengah), khususnya di lereng Gunung Sumbing ada tradisi khas yang disebut Among Tebal.

Apa itu? Inti ritual seperti dikutip dari laman.temanggungkab.go.id untuk meminta kepada Tuhan agar bibit tembakau yang ditanam bisa tumbuh dengan subur, terhindar dari serangan hama, dan dapat mendatangkan rezeki yang halal. Nggak hanya itu, ritual juga untuk melestarikan tradisi turun-menurun dari nenek moyang.

Yap, Among Tebal memang menjadi agenda tahunan petani tembakau di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung setiap kali mengawali musim tanam.

Ingin tahu prosesi ritual itu dilakukan? Begini: ritual dimulai dengan kirab sesaji dan among tebal yang ditandai dengan pembuatan empat nasi tumpeng, satu gunungan berisi hasil palawija, dan buah-buahan beserta aneka jajan pasar.

Baca juga:
Menyayat Bambu, Menciptakan Bunyi Melung-melung, Jadilah Calung Banyumasan
Jangan Masuk ke Wilayah Baduy Dalam selama Kawalu!

Dikutip dari Antaranews, semua sesaji itu ditata berjajar di ruang depan rumah Kepala Desa Legoksari. Sambil menunggu warga berdatangan untuk melakukan Among Tebal, para tamu disuguhi teh panas dan penganan. Sebagian warga yang lain telah menyiapkan bibit tembakau di dalam puluhan keranjang plastik di sekitar ladang yang akan digunakan untuk melakukan ritual menanam tembakau.

Bila warga yang datang dianggap sudah cukup, sejumlah pemuda mengusung berbagai sesaji tersebut berjalan menuju sebuah mata air Kali Ringin yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah kepala desa.

Dua orang tokoh adat mendekat ke mata air. Seorang di antaranya membawa sebuah kendi. Mereka duduk bersila sambil membakar kemenyan dan berdoa, kemudian mengisi kendi dengan air dari mata air tersebut.

Air dalam kendi dan sejumlah sesaji itu kemudian diangkut dengan menggunakan mobil bak terbuka menuju lereng Sumbing bagian atas dan warga pun mengikuti dari belakang.

Setelah sampai di sebuah ladang yang merupakan tanah kas kepala desa yang akan ditanami tembakau, mereka berhenti dan menggelar terpal plastik sebagai tikar untuk alas meletakkan sesaji dan warga duduk bersila mengelilingi sesaji tersebut.

Para petani yang telah berada di ladang pun menghentikan pekerjaannya untuk ikut bergabung mengikuti ritual.

Kepala Desa Legoksari kemudian berdiri menyampaikan sambutan untuk menjelaskan maksud dan tujuan penyelenggaraan ritual tersebut. Seperti yang sudah disebutkan, tujuan ritual adalah untuk meminta kepada Tuhan agar bibit tembakau yang ditanam bisa tumbuh dengan subur, terhindar dari serangan hama, dan dapat mendatangkan rezeki yang halal.

Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin ulama setempat, kirab sesaji dan Among Tebal diberangkatkan menuju mata air Pontong.

Kirab diawali oleh pasukan pembawa nasi tumpeng dan gunungan serta diikuti warga masyarakat dan dimeriahkan oleh berbagai kesenian tradisional seperti kuda lumping, tari angguk, dan kesenian lainnya khas petani tembakau.

Nah, sesampainya di sumber mata air Pontong ritual dilakukan dan dipimpin sesepuh warga dengan memanjatkan doa kepada Tuhan YME. Seusai doa nasi tumpeng lantas dimakan bersama dan gunungan diperebutkan oleh warga untuk dibawa pulang.

Ada yang seru nih, Millens. Ya, bersamaan dengan proses penanaman, para warga menyulut petasan. Suara petasan dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat dan malapetaka sehingga saat menanam tembakau lahan pertanian dalam keadaan suci.

Baca juga:
Tari Angguk Masih Menarik Disajikan
Wayang Sasak dan Kisah Penyebaran Islam di Lombok

Perlu kamu tahu, tembakau merupakan tanaman istimewa bagi warga di situ karena di kawasan ini hanya tanaman tembakau yang bisa tumbuh dengan baik dan mendatangkan keuntungan cukup lumayan. Wajar, hampir semua orang di Desa Legoksari bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Semua kebutuhan ekonomi masyarakat juga dipenuhi dari hasil tembakau.

Kalau kamu tertarik melihat ritual Among Tebal, cek saja laman resmi Kabupaten Temanggung atau info lainmengenai hal itu. Pasalnya, Among Tebal adalah ritual memulai tanam tembakau yang waktunya nggak bisa secara spesifik ditentukan. Oke? (EBC/SA)