Tak Luluh Dikejar Arjuna, Dewi Anggraeni Jadi Simbol Kesetiaan

Dalam pewayangan Jawa, Arjuna dikenal sebagai sang pemburu cinta. Sayang, tokoh ini nggak selalu bertindak bijak ketika jatuh cinta. Demi mendapatkan Dewi Anggraeni, dia pun melakukan segala cara. Usaha yang, sayangnya lagi, nggak membuat sang dewi luluh.

Tak Luluh Dikejar Arjuna, Dewi Anggraeni Jadi Simbol Kesetiaan
Anggraeni dengan Palgunadi. (Qureta)

Inibaru.id – Dewi Anggraeni bukanlah sosok yang asing bagi penggemar wayang. Sayang, nggak semua generasi milenial mengenal tokoh ini. Dalam pewayangan Jawa, Anggraeni merupakan simbol kesetiaan. Meski dikejar-kejar Arjuna, dia tetap memilih setia pada suaminya, Prabu Ekalawya.

Sebagai Ratu Kerajaan Paranggelung, Anggraeni telah membuat Arjuna jatuh hati. Paras yang menawan dan sikap yang sopan membuat Arjuna tergila-gila padanya.

Meski Arjuna juga memiliki wajah yang tampan dan kesaktian yang tinggi, Anggraeni nggak tertarik padanya. Usai perjumpaan mereka, Anggraeni lalu menemukan tambatan hatinya, yaitu Prabu Ekalawya.

Meski sudah menjadi istri Prabu Ekalawya, Arjuna tetap mengejar Anggraeni. Prabu Ekalawya yang mengetahui tindakan Arjuna kemudian marah dan mengajaknya bertanding. Prabu Ekalawya kalah dan mati karena cincin di ibu jarinya sudah dipotong oleh Resi Drona.

Anggraeni terpukul mendengar kabar kematian suaminya. Dia kemudian memutuskan untuk bunuh diri. Rohnya disambut roh Prabu Ekalawya di kayangan. Sejak itulah dewi cantik ini menjadi simbol kekuatan dan kesetiaan cinta.

Dari kisah ini, kamu bisa belajar supaya nggak menjadi si Arjuna ya, Millens. Love is giving each other. Kalau gebetanmu nggak memberimu sinyal buat jadi pacar dan malah milih orang lain, ya sudah.

Nggak semua yang dipaksakan hasilnya akan baik. Sebaliknya, kamu yang sudah punya pasangan pun sebaiknya menjaga kesetiaanmu. Yang terlihat indah bukan berarti bakal memberi kenyamanan, iya kan? (IB15/E03)