Tak Ada Dugder, Ini Tradisi Sambut Ramadan yang Bakal Dilakukan di Masjid Kauman

Tak Ada Dugder, Ini Tradisi Sambut Ramadan yang Bakal Dilakukan di Masjid Kauman
Tampak depan Masjid kauman. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Dugder yang biasanya diisi dengan gema bedug dan bunyi petasan kini terancam sepi akibat pandemi corona. Menanggapi hal ini, takmir Masjid Kauman telah mempersiapkan beberapa acara yang bakal digelar tanpa melibatkan masyarakat luas. Apa saja?

Inibaru.id - Wacana penyelenggaraan Dugderan tanpa melibatkan banyak orang membuat perayaannya tahun ini berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Muhaimin, sekretaris takmir Masjid Kauman Semarang yang bakal manut dengan keputusan Pemerintah Kota Semarang terkait perayaan Dugderan pada tahun ini. Namun, menurutnya, pihak masjid kauman semarang telah mempersiapkan acara agar tradisi setiap dugderan terus terjaga.

 “Sesuai tradisi kita tetap mengadakan pembacaan al-Qur’an 30 juz secara hafalan yang akan dilaksanakan hari Rabu-Kamis (22-23/4) minggu depan sebagai awal kegiatan dugderan,” tutur Muhaimin.

Tampaknya Muhaimin enggan benar-benar meninggalkan berbagai tradisi yang menurutnya bisa dilakukan tanpa melibatkan banyak orang ini. Mengumpulkan para kiai yang mengajar di Masjid Kauman adalah salah satu kegiatan yang mungkin dilakukan.

“Kita akan tetap mengadakan di sini sesuai tradisi dengan mengumpulkan para kiai yang biasa mengajar di Masjid Kauman,lanjutnya.

Menurutnya, beberapa acara bakal digelar secara sederhana dan tanpa melibatkan masyarakat luas sesuai anjuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk menyiasati hal ini, dirinya mengaku nggak bakal membuat publikasi terkait pelaksanaan Dugderan di Masjid Kauman untuk mencegah masyarakat berkumpul.

Takmir masjid nggak akan bikin warga berkumpul. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Takmir masjid nggak akan bikin warga berkumpul. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

“Kita nggak mengundang kerumunan dan tidak mengundang orang, istilahnya secara terbatas takmir saja dan tidak woro-woro. Yang penting secara tradisi tetap jalan. karena takutnya jadi media penyebaran," ungkapnya.

Jika memang tradisi ini terpaksa ditiadakan karena pandemi corona, dirinya mengaku bahwa hal ini bisa dimaklumi mengingat bahwa Dugderan sudah pernah ditiadakan beberapa waktu lalu. Hanya, ketika tradisi ini dibebankan kepada pihak Masjid Kauman untuk turut menjadi penyelenggara bersama Pemkot, dia mengaku baru kali ini terancam tak dilaksanakan.

Kini dirinya tengah menunggu keputusan Pemkot Semarang yang bakal disampaikan pada rapat bersama pada Senin (20/4) depan. Saat Inibaru.id berkunjung untuk melihat situasi terkini di Masjid Kauman, tak ada persiapan mencolok yang dilakukan oleh pihak takmir masjid.

Rencananya, bedug yang terdapat di serambi masjid bakal dipukul sebagai pertanda bakal datangnya bulan Ramadan. Pihak takmir masjid juga bakal mengumumkan informasi awal ramadan sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Kalau di daerahmu, apa nih tradisi yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan, Millens? (Zulfa Anisah/E05)