Tahun Baru, Luwur di Makam Sunan Kudus pun Baru

Tahun Baru, Luwur di Makam Sunan Kudus pun Baru
Proses pelepasan luwur di Makam Sunan Kudus, Minggu (1/9). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Setiap Muharam, kain penutup makam Sunan Kudus diganti. Tradisi yang disebut Buka Luwur ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kudus maupun warga luar kota.

Inibaru.id – Saat tahun baru hijriah, jangan harap ada pesta kembang api menjelang pergantian tahun di Kudus. Di Kota Kretek, kamu justru akan menemukan sejumlah tradisi yang penuh khidmat seperti Buka Luwur.

Tradisi setiap Muharam itu selalu digelar Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Luwur merupakan kain penutup Makam Sunan Kudus. Nah, Buka Luwur berarti proses membuka luwur kemudian menggantinya dengan yang baru.

Pada Minggu (1/9), para panitia Buku Luwur melakukan prosesi pelepasan luwur. Nggak kurang dari 33 perewang bahu membahu melepas kain-kain mori yang menutup makam inti Sunan Kudus dan sebagian yang mengelilingi area makam.

Ada panitia yang bertugas mencopot luwur dari tempatnya. Luwur itu nanti akan dibawa ke Tajug untuk selanjutnya dirapikan panitia yang lain. Kain luwur bekas itu lantas disimpan pengurus. Total kain luwur yang dilepas itu ada sebanyak 34,8 pis dengan satu pisnya berukuran 34,29 meter.

Beberapa panitia melepas kain luwur, Minggu (1/9/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Ada juga yang dibagikan ke masyarakat sekitar di Desa Kauman,” ujar salah seorang panitia, Mahesa Agni.

Eits, tapi luwur itu nggak serta merta dicopot begitu saja, Millens. Sebelum dicopot, terlebih dulu panitia melakukan doa bersama di makam. Setelah itu, luwur pertama yang dilepas adalah luwur yang ada di bagian dalam Makam Sunan Kudus secara simbolis. Barulah habis itu diikuti pelepasan luwur di sekitar makam. 

Oh iya, kiswah makam juga diganti. Kiswah tersebut berbentuk kain hitam dengan bordir tulisan arab berwarna emas.

“Dulu kiswahnya hijau tapi sudah dua tahun ini diganti hitam. Mengambil warna hijau yang konstan itu susah. Kadang terlalu tua, kadang terlalu muda,” tambah Mahesa.

Pada 6 Muharam nanti, para panitia akan memulai proses pembuatan dan pemasangan luwur. Luwur tersebut berasal dari tiga macam kain berwarna putih seperti primis shima, prima, dan kain mori biasa.

Para panitia merapikan kain luwur yang sudah dicopot. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kain mori yang sudah jadi luwur itu lantas dipasang kembali ke daerah sekitar makam hingga 8 Muharam. Nanti, pada 10 Muharam baru ada upacara Buka Luwur yakni memasang luwur di bagian dalam Makam Sunan Kudus. Acara itu sekaligus menjadi puncak rangkaian prosesi Buka Luwur ini, Millens.

Pada hari yang sama bakal ada pembagian nasi jangkrik yang dipercaya sebagian warga Kudus mengandung berkah. Nasi itu jadi salah satu kuliner andalan Kudus. Hayo, yakin nih nggak mau datang ke Kudus saat Muharam? (Ida Fitriyah/E05)