Menggelar Tradisi Mekiwuka, Cara Warga Manado Sambut Tahun Baru

Masyarakat Mnado, Sulawesi Utara punya tradisi unik menyambut Tahun Baru yakni tradisi Mekiwuka. Konon, tradisi ini berasal dari orang Borgo yang merupakan keturunan Minahasa dan orang Eropa di Sulawesi Utara.

Menggelar Tradisi Mekiwuka, Cara Warga Manado Sambut Tahun Baru
Tradisi Mekiwuka untuk menyambut tahun baru di Sulawesi Utara (Suluthebat.com)

Inibaru.id – Tahun baru nggak hanya tentang pesta kembang api, Millens. Di beberapa tempat di Tanah Air, Tahun Baru dirayakan dengan cara yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada orang yang sengaja naik gunung demi melihat matahari terbit pertama di tahun baru. Namun, di Manado, Sulawesi Utara, Tahun Baru dirayakan dengan melakukan tradisi Mekiwuka.

Okezone.com, Selasa (26/12/2017) menulis, tradisi Mekiwuka dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Hampir semua tempat di Sulawesi Utara merayakan tradisi ini. Namun, namanya bisa berbeda seperti Kawukaan di Kakas, Minahasa, dan Sakaiba yang dilakukan di Tondano.

“Tradisi ini dilakukan di malam tanggal 24 Desember dan malam tanggal 31 Desember. Di malam tanggal 24 biasanya disebut sebagai ‘Maako Kawukaan’ yang berarti menjelang pembukaan dan di tanggal 31 Desember disebut ‘Kawukaan’,” ungkap warga Kakas Jemmy Lombogia.

Mekiwuka adalah parade yang dilakukan di tengah malam atau saat pergantian tahun. Perayaan ini dilakukan dengan membunyikan alat musik tadisional sembari masuk dan keluar rumah warga. Masyarakat pun saling bersilaturahmi sekaligus mengucap syukur saat menyambut Tahun Baru.

Sayang, menurut sebagian orang, tradisi ini juga sudah mulai ditinggalkan generasi muda.

“Dulu bisa keluar masuk memakai tambor, terompet, dan violin sambil bernyanyi menyambut Tahun Baru. Ramai sekali di banyak kampung. Kini sudah tidak seramai dulu,” ungkap warga Manado H. Muhammad Al-Buchari.

Gabungan Dua Budaya

Menurut warga Manado, tradisi Mekiwuka adalah gabungan dari dua budaya yakni Minahasa dan Borgo. Sebagai informasi, orang Borgo sudah ada di Sulawesi Utara sejak abad ke-16. Mereka adalah keturunan orang Minahasa asli yang menikah dengan orang Eropa seperti Spanyol dan Portugis yang dulu datang untuk berdagang di Manado.

Selain tradisi Mekiwuka, budaya lain yang berasal dari tradisi orang Borgo adalah tarian Katrili dan tradisi Figura yang kini juga dianggap sebagai identitas Minahasa di Kota Manado.

Khusus unuk Figura, tradisi ini dilakukan saat kunci taong atau seminggu setelah tahun baru. Masyarakat yang melakukan tradisi ini akan berdandan seaneh mungkin. Sebagai contoh, para lelaki berdandan seperti wanita dan sebaliknya. Mereka juga meniru tokoh-tokoh terkenal seperti artis atau pahlawan.

Kedua tradisi ini dijadikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai serangakaian festival adat saat Tahun Baru. Wah, menjelang Tahun Baru, Manado punya beragam tradisi nih! Yakin nggak tertarik? Ha-ha. (IB09/E04)