Ambeng Sewu dan Rasa Syukur Orang Kebumen

Warga Desa Jembangan di Kebumen, Jawa Tengah menggelar tradisi Merdi Desa dalam bentuk Festival Ambeng Sewu. Lebih dari 1000 nasi tumpeng disajikan dalam acara ini.

Ambeng Sewu dan Rasa Syukur Orang Kebumen
Warga menyiapkan ambeng pada Festival Ambeng Sewu (Kebumen.sorot.co)

Inibaru.id  – Tradisi apa yang menjadi ciri khas daerahmu, Millens? Sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki, banyak masyarakat yang merayakan tradisi tertentu. Nah, dengan tujuan yang sama, masyarakat di Desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno, Kebumen, Jawa Tengah, rutin melakukan tradisi Merdi Desa.

Acara selamatan ini merupakan tradisi dari nenek moyang yang khususnya dilakukan oleh para petani. Bentuk tradisi Merdi Desa bisa berbeda-beda, lo. Pada 2018 ini, warga Desa Jembangan bekerja sama dengan pengelola objek wisata Jembatan Poncowarno untuk menggelar kegiatan bertajuk “Festival Ambeng Sewu” atau Festival Ambeng Seribu.

Baca juga:
Tiga Tari Tradisional Cilacap Bikin Hatimu Kebat-kebit
Jawa dan Sunda Berpadu dalam Tari Jalungmas

Dalam festival ini, warga membuat lebih dari seribu ambeng (tumpeng) yang berbentuk tumpeng. Nasi ambeng merupakan hidangan khas Jawa berupa nasi putih. Nasi ini diberi lauk pauk di sekelilingnya dan diletakkan di atas tampah. Nah, menu ini dipilih karena berkaitan erat dengan padi yang menyimbolkan kehidupan petani.

Setelah ambeng siap disajikan, warga berkumpul di Jembataan Wisata Alam (JWA). Ambeng yang dikemas dengan janur kuning itu diletakkan di depan para warga. Setelah itu, warga pun berdoa bersama-sama. Seusai berdoa, tiap warga saling mencicipi menu olahan dan menukarnya. Kemudian, mereka membawa pulang ambeng tersebut untuk dimakan bersama keluarga.

Mengutip kebumen.sorot.co (22/4/2018), kegiatan tukar-menukar ambeng tersebut dilakukan sebagai wujud persatuan dan kesatuan masyarakat.

Uniknya, ambeng-ambeng itu sempat dibawa menggunakan perahu, lo. Ambeng itu pun dibagikan pada para pengunjung tempat wisata dan disajikan di sekitar kawasan tersebut.

Baca juga:
Kamu Gebyuk Ikan-Ikan, Kamu Melestarikan Sungai
Menyelamati Padi-Padi dan Gaung Doa untuk Keberlimpahan Panen

“Dengan jumlah warga Jembangan berjumlah 1800, ambeng akan disajikan di jalan-jalan atau sekitar kawasan obyek wisata, sehingga pengunjung dapat ikut menikmatinya. Dengan demikian, ambeng sebagai bentuk budaya dan kearifan lokal ini dapat turut menambah daya tarik pariwisata," ujar Perangkat Desa Jembangan, Supriyanto.

Nah, Millens perlu tahu bahwa kegiatan perpaduan kebudayaan lokal dan pariwisata ini baru pertama kali dilakukan, lo. Secara nggak langsung, pengembangan wisata telah dilakukan dengan berjalannya kegiatan ini. Wajar saja, tradisi ini kemudian menjadi sorotan banyak pihak.

Wah, menarik, ya! Jangan lupa untuk menengok tradisi ini ketika kamu berkunjung ke Kebumen. (IB08/E02)