Siswa SMPN 5 Purwokerto Belajar Filosofi Budaya Banyumasan Lewat Batik

Siswa SMPN 5 Purwokerto Belajar Filosofi Budaya Banyumasan Lewat Batik
Batik banyumasan. (AJI Purwokerto)

Batik Banyumasan punya filosofi besar yang bisa dijadikan sebagai media pembentukan karakter anak

Inibaru.id – Batik jadi warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan agar keberadannya tetap terjaga. Seperti yang dilakukan oleh para siswa SMP Negeri 5 Purwokerto, Jawa Tengah, pada Hari Batik Nasional, mereka menggelar pemeran desain dan poster bertema cinta batik.

Pergelaran tersebut dilaksanakan selama sepekan sejak Sabtu, 29 September 2018 lalu hingga Sabtu, 6 Oktober 2018.

Pengampu seni rupa SMP Negeri 5 Purwokerto, Cipto Pratomo, mengatakan dalam pameran itu, SMP Negeri 5 memajang 21 desain batik khas Banyumasan dan 21 poster bertema cinta batik. Semua karya yang dipajang tersebut merupakan karya siswa mulai kelas 8 dan 9.

Pengrajin batik.(Infobatik.id)

"SMPN 5 Purwokerto dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2018, menggelar pameran desain batik, sebanyak 21 karya, dan juga poster dengan tema cinta batik, juga 21 karya," kata Cipto Pratomo.

Nggak hanya itu, di Hari Batik Nasional ini, secara resmi SMP Negeri 5 Purwokerto juga memperkenalkan atau meluncurkan jam pelajaran membatik. Yap, seprti dilansir dari Liputan6.com (3/10/2018), Pelajarannya adalah desain dan praktek membatik. Tiap pekan, siswa akan diberi pelajaran selama 3 jam pelajaran, melalui pelajaran seni rupa.

Menurut Cipto, di antara sejumlah motif batik khas Banyumasan, yang paling populer dibuat siswa adalah motif jahe dan lumbon.

Kedua motof tersebut ada filosofinya lo. Jahe adalah tanaman yang kaya manfaat. Di dalamnya terkandung zat-zat yang menyehatkan. Jahe juga merupakan obat tradisional yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang.

Pengrajin batik.(Kabar Banyumas)

Adapun lumbon atau lumbu adalah tanaman khas di Banyumas yang bisa dimanfaatkan dari batang hingga daunnya. "Semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Dan ini adalah kearifan lokal yang diangkat menjadi karya seni," katanya.

Selain punya kelas membatik, SMP Negeri 5 Purwokerto juga sudah memiliki seragam batik yang merupakan karya siswa. Pada seragam batik tersebut, terdapat sosok Bawor dan Bima. Bawor adalah tokoh pewayangan khas Banyumasan yang mewakili sikap “cablaka” atau sifat berterus terang warga Banyumas.

Sedangkan Bima, mewakili sosok yang jujur, taat kepada guru, dan berdaya juang tinggi. Sosok yang berada di batik seragam ini diharapkan bisa menginspirasi siswa agar memiliki sikap yang sama seperti Bawor dan Bima. (IB06/E05)