Barongan Tegal dan Histeria Penonton

Kesenian barongan ini mirip barongsai dan Tari Barong Bali. Pembedanya, kostum singa terbuat dari karung goni. Kesenian khas Tegal yang terancam punah.

Barongan Tegal dan Histeria Penonton
Kesenian Barongan khas Tegal (infotegal.com)

Inibaru.id - Kamu pasti pernah melihat pertunjukan barongsai kan, Millens? Tarian barongsai dengan kostum singa khas Tiongkok ini memiliki kembaran yang berasal dari Indonesia asli, lo. Tepatnya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdapat kesenian barongan yang hampir seperti barongsai dari Tiongkok dan Tari Barong dari Bali. Seperti apa sih kemiripannya?

Kesenian Barongan memiliki karakter utama yaitu barong. Karakter barong ini sebenarnya sudah dikenal dalam mitologi Jawa, Sunda, Bali, dan Madura. Jadi nggak heran bahwa beberapa daerah di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah telah ada beragam versi dari seni Barongan sesuai daerah masing-masing.

Baca juga:
Mereka Mengawinkan Sepasang Poci
Slawatan Purbalingga dan Lantunan Al-Barzanji

Berdasarkan mitologi tersebut, barong ini dianggap sebagai perwujudan dari raja para roh. Barong juga dianggap sebagai roh pelindung, karena itu ditampilkan sebagai seekor singa. Nah di sinilah letak kemiripan barongan, Tari Barong, dan barongsai karena sama-sama ditampilkan dalam wujud singa. Menurut mitologi Jawa dan Bali, singa itu dianggap sebagai pelindung dan lambang kebaikan.

Perlu kamu tahu, Millens, meski sama-sama berwujud singa, Barongan khas Tegal ini nggak menggunakan kostum yang meriah dengan warna cerah seperti barongsai khas Tiongkok. Mengutip infotegal.com, kostum Barongan terbilang sangat sederhana, yaitu dari karung goni berwarna cokelat dengan topeng terbuat dari kayu yang sudah dicat menyerupai singa. Setiap kostum hanya dapat dipakai satu orang pemain saja.

Barongan ini biasanya diadakan saat ada warga yang memiliki hajatan, seperti khitanan. Selain itu, Barongan juga ditampilkan saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pertunjukan Barongan biasanya dibarengi dengan pertunjukan kuda lumping. Nggak jarang juga, para pemain Barongan ini dirasuki roh sehingga pemain tersebut dapat melakukan pertunjukan dengan gerakan-gerakan yang nggak lazim. Ih, seram ya.

Baca juga:
Mengundang Bidadari Turun dan Menari Bersama Sintren
Dakon, Permainan Tradisional yang Hampir Punah

Oya, seperti yang ditulis laman infotegal.com, Barongan itu sebenarnya sangat ditakuti penonton karena para pemain Barongan ini suka iseng dengan ngudag (mengejar) para penonton, khususnya perempuan dan anak kecil. Alhasil jika pemain Barongan mendekat, para perempuan dan anak kecil langsung lari tunggang langgang, bahkan sampai ada yang menangis karena ketakutan, lo.

Namun sayang, saat ini kesenian Barongan sudah mulai jarang ditemui di kawasan Tegal. Karena itu, mari kita jaga tradisi kesenian Barongan ini agar nggak sampai punah. Semoga semakin banyak pula generasi milenial yang mau melestarikan tradisi budaya daerah seperti ini. (CUT/SA)