Tradisi Rewanda, Ritual Memberi Makan Monyet di Gua Kreo

Tradisi Rewanda, Ritual Memberi Makan Monyet di Gua Kreo
Seekor monyet mengambil buah di gunungan. (radioidola.com)

Gua Kreo dikenal dengan populasi monyet sebagai "penghuni tetap" di sana. Nah, ada tradisi yang khusus diadakan warga sekitar untuk para monyet lo.

Inibaru.id – Setiap pekan pertama setelah 1 Syawal, ada acara menarik di Gua Kreo nih, Millens. Tradisi Rewanda namanya. Tradisi itu diadakan di kawasan Gua Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Tahu nggak, Rewanda bermakna monyet. Yap, tradisi turun menurun itu memang diadakan bagi monyet-monyet yang sejak dulu menghuni kawasan Gua Kreo.

Diawali dengan arak-arakan warga dengan membawa 4 gunungan ke Gua Kreo. Gunungan itu masing-masing berisi sego kethek, buah-buahan, lepat dan ketupat, serta hasil bumi seperti jagung, wortel, dan kacang tanah.

Tradisi Rewanda juga sebagai tradisi memberi makan monyet di Gua Kreo. (lihatfoto.com)

Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas keselamatan dan rezeki yang sudah diberikan. Selain itu, Rewanda juga menjadi bentuk napak tilas perjalanan Sunan Kalijaga di Gua Kreo.

Konon Gua Kreo dulunya adalah kawasan hutan jati. Di sanalah Sunan Kalijaga mencari kayu jati pilihan untuk mendirikan Masjid Agung Demak, Millens. Makanya, ada replika batang kayu jati yang ikut diarak tuh.

Replika batang kayu jati. (lampungpro.com)

Menurut Kasmani, Juru Kunci Gua Kreo, menuturkan bahwa monyet-monyet yang ada di Gua Kreo membantu Sunan menggulirkan batang-batang kayu jati dari Sungai Kreo hingga Demak. Seperti ditulis travel.kompas.com (6/8/14).

Berebut Sego Kethek

Setelah arak-arakan sampai di Gua Kreo, gunungan berisi buah-buahan langsung diletakkan di depan pintu gua. Ratusan monyet bakal langsung menyerbu tuh. Yap, tradisi itu kan memang diselenggarakan untuk mereka. Ha-ha!

Warga berebut isi gunungan. (semarangkota.go.id)

Sementara itu, warga akan disuguhi berbagai pertunjukan pembuka. Mereka juga mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Setelah itu, baru deh berebut isi gunungan. Ketiga gunungan ini memang untuk diperebutkan, Millens. Wah, seru ya!

Yang paling menarik perhatian sih sego kethek. Nasi yang dibungkus daun jati itu hanya boleh diisi lauk berupa sayuran, tempe, dan tahu. Dalam sekejap langsung ludes. Ha-ha!

Warga berebut sego kethek. (jawapos.com)

Kemeriahan tradisi Rewanda nggak bisa dipungkiri menarik banyak wisatawan untuk datang lo.

Bahkan sejak 2002, Pemerintah Kota Semarang menjadikan tradisi Rewanda sebagai salah satu acara wisata unggulan di Semarang. Yap, sebelumnya Rewanda diselenggarakan secara swadaya oleh warga Kandri.

Nah, kalau kebetulan kamu sedang berada di Kota Semarang boleh banget ikut hadir. Eits, cari tahu dulu tanggal pastinya ya! (IB10/E05)