Seru, Empat Tradisi Syawalan di Jawa Tengah Ini Sebaiknya Kamu Ikuti!

Seru, Empat Tradisi Syawalan di Jawa Tengah Ini Sebaiknya Kamu Ikuti!
Balon udara diterbangkan dalam tradisi Syawalan di Pekalongan. (Cintapekalongan)

Setiap kabupaten di Jawa Tengah memiliki tradisi unik untuk menyambut Syawalan. Tradisi-tradisi ini digelar nggak hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tapi juga bentuk kerukunan antarwarga. Yuk, simak dulu tradisi-tradisi pasca Lebaran berikut ini!

Inibaru.id – Setiap daerah di Jawa Tengah memiliki keunikannya masing-masing dalam menggelar tradisi Syawalan. Mulai dari Lebaran untuk Sapi di Boyolali hingga sedekah laut di Jepara, semua merupakan wujud kekayaan budaya Indonesia.

Nah, bagi kamu yang bingung mau ke mana setelah Lebaran usai nanti, sebaiknya datanglah ke beberapa daerah ini. Tradisi mereka unik-unik, lo!

Lopisan

Lopisan. (G-news)

Masyarakat Pekalongan memiliki tradisi unik dengan menggelar Lopisan. Lopisan merupakan tradisi di mana setiap warga berkumpul untuk menyantap kue lopis bersama. Acara ini merupakan perwujudan kerukunan antarwarga meski berbeda suku, agama, dan kepercayaan.

Sesaji Rewanda

Sesaji Rewanda. (Seputarsemarang)

Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, memiliki tradisi Sesaji Rewanda untuk memeriahkan Syawalan. Sesaji Rewanda merupakan prosesi memberi makan buah pada monyet-monyet di Goa Kreo.

Selain memberi makan pada monyet, tradisi ini juga dimaksudkan untuk mengenang perjuangan Sunan Kalijaga demi membangun Masjid Demak.

Lomban

Tradisi Lomban di Jepara. (Beritagar)

Di Jepara, para nelayan memeriahkan Syawalan dengan menggelar Lomban. Dalam tradisi ini, para nelayan melarungkan kepala kerbau ke laut sebelum akhirnya melakukan “perang” di Teluk Jepara.

Perang yang dimaksud tentu bukan dengan kekerasan, melainkan dengan saling melempar lepet dan ketupat. Hm, bukannya kehilangan tenaga, malah bikin perut kenyang dong! Ha-ha.

Bakdan Sapi

Bakdan Sapi. (Arah)

Bakdan sapi merupakan tradisi unik berikutnya dari Kabupaten Boyolali. Dengan mendandani sapi perah dengan kalung berisi ketupat, para peternak kemudian melakukan arak-arakan keliling kampung. Lewat Bakdan Sapi, para peternak mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon kelancaran rezeki pada Tuhan.

Meski prosesi setiap tradisi berbeda-beda, tujuannya tetap sama yakni menjaga kerukunan sesama warga. Nggak hanya untuk umat muslim, namun juga untuk mereka yang non-muslim. Eh, kalau di tempatmu, ada tradisi unik apa, nih? (IB15/E03)