Selalu Ada Cara Mengejar Pahala 10 Hari Terakhir Ramadan

Selalu Ada Cara Mengejar Pahala  10 Hari Terakhir Ramadan
Pembagiaan hidangan buka puasa ke rumah para jemaah masjid. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Seperti yang diketahui, 10 hari terakhir bulan Ramadan menjadi waktu istimewa orang-orang berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah dan kebaikan. Misalnya masjid Nurul Husna yang bisa dibilang memberi kesempatan masyarakat mampu untuk beramal. 

Inibaru.id – Covid-19 benar-benar mengubah wajah Ramadan tahun ini. Tradisi-tradisi pada puasa ini nggak lagi bisa dilakukan, contohnya di Masjid Nurul Husna, Desa Pedawang, Bae, Kudus ini. Masyarakat sekitar masjid nggak lagi bisa berkumpul untuk berbuka puasa. Padahal hampir setiap tahun mereka menggelar tradisi tersebut selama 30 hari penuh lo.

Nah, biar warga nggak terlalu merasa sedih, pihak masjid mengadakan kegiatan lain seperti bagi-bagi makanan berbuka dan sembako selama 10 hari terakhir Ramadan. Agar nggak melanggar imbauan physical distancing, makanan berbuka puasa dan sembako diantar ke rumah jemaah dan warga.

Jelas saja, kegiatan ini disambut baik Erna Novia, warga Desa Pedawang. Meski mengaku rindu merasakan suasana buka bersama, jemaah Masjid Nurul Husna ini mengaku merasa terhibur dengan alternatif tersebut.

“Kangen, kan biasanya, tahun kemarin buka bersama terus selama Ramadan. Terus tiba-tiba ngerasa nggak ada buka bersama,” ujar Novia.  

Pembagian sembako untuk warga. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Pembagian sembako untuk warga. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Novia juga mengungkapkan perasaannya ketika menjalani Ramadan di tengah pandemi. Dia merasa sedih karena nggak bisa berkumpul bersama teman-temannya.

“Ya, sedih, biasanya kan rame. La iki, sepi. Biasanya kan banyak ajakan buka bersama,” ungkapnya.

Mengadakan Bakti Sosial

Nggak hanya bagi-bagi hidangan buka puasa, Masjid Nurul Husna juga mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako kepada para jemaah dan seluruh warga di RT tersebut. Paket sembako berisi 2,5 beras, minyak goreng, mie instan, teh, dan lain lain.

Acara ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian pengelola masjid akan situasi saat ini. Intinya, masjid peduli dengan warga. Kemarin juga ada ditulisan, berbagi untuk menguatkan. Jadi, kita peduli dengan kondisi saat ini, terutama untuk warga sekitar dan jemaah,” ungkap Mukhammad Risyal Affandi, ketua pengurus Masjid Nurul Husna.

Sembako yang dibagikan berasal dari donatur yang kemudian dikelola dan didistribusikan oleh pihak masjid. Masyarakat yang ingin berdonasi bisa banget menghubungi pengurus masjid. Apalagi sekarang sudah mendekat hari-hari terakhir puasa yang dipercaya akan melipatgandakan pahala amal saleh. Pas banget kan?

Pesan ajakan untuk ke masjid yang diberikan bersama sembako. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Pesan ajakan untuk ke masjid yang diberikan bersama sembako. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

O ya, dalam paket sembako yang diberikan kepada warga, terselip sebuah pesan yang menarik perhatian. Di dalamnya juga ada ajakan agar warga Salat berjemaah di masjid. Terlepas dari kondisi pandemi corona saat ini, yang nggak memungkinkan untuk salat berjemaah. Risyal berharap, setelah pandemi ini mereda, warga akan lebih bersemangat lagi untuk Salat di Masjid Nurul Husna.

Ajakan tersebut bertujuan agar masyarakat lebih mencintai masjid. Acara berbagi sembako ini dilakukan sebagai wujud  kepedulian masjid terhadap kesulitan yang saat ini dirasakan jemaah dan masyarakat.

“Ada ajakan untuk ke masjid, itu termasuk syiar. Melalui bakti sosial salah satunya,” ungkapnya.

Gimana, Millens, tertarik ikutan nyumbang? (Rafida Azzundhani/E05)