Selain Jurug, Grebeg Pasa Juga Jadi Tradisi Syawalan di Surakarta

Selain Jurug, Grebeg Pasa Juga Jadi Tradisi Syawalan di Surakarta
Grebeg Pasa. (Surakarta.go.id)

Selain menggelar Pekan Syawalan Jurug, Pemerintah Kota Surakarta menggelar tradisi lain untuk memeriahkan Syawalan yakni Grebeg Pasa. Kamu yang belum pernah menyaksikan tradisi ini, yuk cari tahu dulu gimana prosesinya.

Inibaru.id – Kota Solo memiliki banyak agenda untuk merayakan Syawalan. Selain Pekan Syawalan Jurug, kota yang terkenal akan batiknya ini pun menggelar tradisi lain seperti Grebeg Pasa.

Kamu yang belum pernah menyaksikan tradisi ini, nggak ada salahnya mulai sekarang mempersiapkan liburan ke Solo.

Tradisi Grebeg Pasa merupakan tradisi kirab dengan membawa dua gunungan. Dimulai dari Keraton Kasunan Surakarta, Grebeg Pasa biasanya berakhir di pelataran Masjid Agung Keraton Solo. Kirab ini diikuti puluhan orang yang mengharapkan keberkahan.

Grebeg Pasa. (Antara Foto/Maulana Surya) 

Sebelum berangkat, para abdi dalem melakukan ritual Caos Dahar lebih dulu. Para abdi dalam ini terdiri atas Bergada Sorogeni, Bergada Prawira Anom, dan Bergada Jayeng Astra. Usai ritual, barulah dua gunungan berupa gunungan jaler dan gunungan estri diusung ke Masjid Agung Keraton Solo.

Setiba di sana, para abdi dalem kemudian menyerahkan kedua gunungan tersebut pada Tafsir Anom Keraton Kasunan. Dalam bahasa Arab dan bahasa Jawa, Tafsir Anom lalu berdoa memohon keberkahan, lalu kedua gunungan boleh dibagikan.

Tradisi yang menarik, kan? Setiap daerah tentu punya tradisinya masing-masing. Untuk menyambut Syawalan, ada tradisi apa di tempatmu? (IB15/E03)