Sehari Sebelum Nyepi, Umat Hindu Lakukan Prosesi Tawur Agung Kesanga

Tawar Agung Kesanga menjadi prosesi terakhir sebelum umat Hindu merayakan Nyepi. Nggak berbeda jauh dengan Melasti, ritual ini dilakukan untuk menyucikan hati dan pikiran. Seperti apa jalannya prosesi Tawar Agung Kesanga di Candi Prambanan Yogyakarta?

Sehari Sebelum Nyepi, Umat Hindu Lakukan Prosesi Tawur Agung Kesanga
Tawur Agung Kesanga. (budayajawa.id)

Inibaru.id – Sebelum merayakan Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan serangkaian ritual. Setelah menggelar Melasti, sehari jelang Nyepi umat Hindu menggelar upacara Tawur Agung Kesanga.

Ritual yang dilakukan berdasarkan ajaran Tri Hita Karana tersebut bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi. Umat Hindu juga meyakini ritual ini menyelaraskan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Ribuan umat Hindu mengikuti perayaan Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 6 Maret 2019. Prosesi Tawur Agung itu merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko/Medcom)

Di Yogyakarta, tepatnya di Candi Prambanan, umat Hindu menggabungkan ritual ini dengan Mendak Tirta atau pengambilan air suci. Mendak Tirta dilakukan dengan mengarak umbul-umbul, gamelan, sesajian, dan ogoh-ogoh menuju Candi Dewa Siwa. Nah, setiba di sana, yang boleh masuk hanya si pembawa umbul-umbul dan sesajian saja, Millens.

Seusai melakukan Mendak Tirta, umat yang membawa umbul-umbul dan sesajian keluar dan bergabung kembali dengan umat yang menunggu di pelataran.

Sebelum sembayang dimulai, sekelompok perempuan muda dalam balutan kebaya menarikan beberapa tarian. Tarian-tarian ini antara lain barong, pendet, topeng, dan gambyong. Suara gamelan nggak ketinggalan pula meramaikan sesi ini.

http://lensa.fotokita.net/wp-content/uploads/2017/03/4-1.jpg

Pembawa umbul-umbul diperbolehkan masuk ke Candi Dewa Siwa. (lensa.fotokita.net)

Nah, acara kemudian dilanjutkan dengan sembayang. Sembayang ini disebut ritual Tawur Panca Kelud Yama Raja. Pandita yang memimpin sembayang lantas memejamkan mata dan menangkupkan dua telapak tangan bersama umat. Lantunan doa-doa pun dipanjatkan dalam hening. Mereka menyucikan diri dalam menghadapi tahun yang baru.

Sudah selesai? Belum! Pemangku pura kemudian membagian air suci atau yang disebut tirta amerta pada umat. Dengan memercikkan air suci pada setiap orang, air tersebut diharapkan mampu menyucikan hati dan pikiran mereka.

(Baca Juga: Prosesi Tawur Agung di Prambanan Tandai Perayaan Hari Nyepi di Yogyakarta)

Wah, Nyepi ternyata menyimpan pelbagai ritual unik, ya. Tawur Agung Kesanga tentu jadi momen yang ditunggu pemeluk Hindu sebentar lagi.

Kamu yang merayakan Nyepi, sudah sejauh mana persiapanmu menyambutnya? (IB15/E03)