Sebuah Pesan untuk Menjaga Keberadaan Air di Bumi Dalam Tradisi Susuk Wangan

Sebuah Pesan untuk Menjaga Keberadaan Air di Bumi Dalam Tradisi Susuk Wangan
Susuk wangan. (Kendalkab)

Menjaga air adalah tanggung jawab semua warga di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Hal itu telah diturunkan dari nenek moyang, yang terus lestari hingga kini dengan sebutan Tradisi Susuk Wangan. Seperti apa?

Inibaru.id – Air adalah bagian dari keselarasan hidup. Maka, menjaga keberadannya di bumi adalah tanggung jawab manusia. Sejak lama nenek moyang kita mengajarkan itu, yang terwujud dalam sejumlah ritual menjaga keberadaan air di bumi, salah satunya tradisi Susuk Wangan.

Susuk wangan memiliki arti membersihkan saluran air. Tradisi susuk wangan ini rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan sejak puluhan tahun silam, susuk wangan  merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas air yang melimpah.

Dengan demikian, warga bisa mendapatkan manfaat air baik untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mengairi lahan pertanian warga yang mayoritas petani.

Konon, kisah itu bermula dari keberadaan sejumlah tokoh berpengaruh di Kendal bernama Kiai Kisabar Iman, Kiai Citrongodo, dan Nyai Ukel, yang membuka jalan air. Apa yang mereka lakukan itu membuat Desa Peron diberi air melimpah untuk mengairi sawah warga.

Nah, sejak saat itulah tradisi susuk wangan dilakukan sebagai adat sedekah sungai. Dalam susuk wangan, warga terlebih dahulu akan bekerja bakti membersihkan saluran air. Ini dilakukan sebagai upaya warga melestarikan sumber air gunung yang dianggap membawa berkah kemakmuran.

Selain itu, warga juga akan membawa berbagai hasil tanaman dan tumpeng dengan lauk ayam bakar. Semuanya itu dibawa ke sumber air setelah acara bersih-bersih saluran air kelar. Dipimpin tokoh adat desa, mereka kemudian memanjatkan puji syukur kepada Tuhan.

Hm, tradisi yang menarik ya, Millens. Harusnya ritual semacam ini juga dilakukan di semua tempat, biar sumber dan saluran air senantiasa bersih! (IB20/E03)