Salah Satu Simbol Penguasa Jawa Itu Kerbau Bule

Salah Satu Simbol Penguasa Jawa Itu Kerbau Bule
Kerbau bule. (Youtube)

Menjadi salah satu pusaka hidup di Keraton Surakarta, kehadiran kerbau bule menjelang malam satu Sura begitu ditunggu warga. Menjamahnya adalah keberkahan, bahkan kotorannya pun jadi rebutan.

Inibaru.id – Menjelang malam 1 Sura, pelbagai daerah di Jawa Tengah biasanya memiliki ritual unik. Salah satu ritual yang menarik adalah ritual Kirab Kebo Bule. Ritual ini menjadi salah satu ritual yang kerap ditunggu para warga.

Menggunakan kerbau suci Kiai Slamet, para abdi dalem dan warga memohon berkah pada Yang Maha Kuasa.

Kerbau dalam ritual ini memang memegang peran penting, Millens. Menurut Sudarmono, sejarawan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kerbau adalah hewan yang nggak lepas dari sejarah masyarakat Jawa.

Kerbau merupakan simbol dari kekuatan petani. Namun, dengan dibawanya kerbau dalam ritual keraton, Sudarmono juga menjelaskan bahwa hewan ini menjadi legitimasi kekuasaan penguasa pada rakyatnya yang sebagian besar menjadi petani.

Kerbau bule. (Youtube)

Hingga kini, Keraton Kasunan Surakarta merawat 12 ekor kerbau bule. Sejak dulu, kerbau-kerbau itu memiliki kebiasaan unik. Tanpa diikuti para abdi dalem, mereka sering berkelana ke pelbagai tempat seperti Cilacap atau Madiun.

Namun, seolah paham, mereka bakal kembali ke keraton menjelang malam 1 Muharam (Sura), lo. Hm, aneh dan unik kan? Nggak heran kerbau ini menjadi hewan yang dikeramatkan.

Selain menjadi simbol penegasan kekuasaan sultán, kerbau juga dipandang sebagai simbol keselamatan, kemakmuran, dan keamanan.

Kamu yang pengin menyaksikan gimana prosesi kirab kebo bule, datanglah ke Keraton Kasunan Surakarta pada malam 1 Sura. Dengan datang dan menyaksikannya, wawasanmu terhadap tradisi Jawa bakal bertambah.

Hayo, kira-kira kapan mau ke Solo? (IB15/E03)