Ritual Sanggaran di Makam sang Pujangga Ternama, Yasadipura

Ritual Sanggaran di Makam sang Pujangga Ternama, Yasadipura
Makam Raden Ngabehi Yosodipuro I yang didatangi banyak pengunjung. (LSM Aqila Quds)

Di Boyolali, ada makam seorang pujangga bernama Yasadipura. Di makam ini, sebuah ritual masih dilakukan hingga sekarang, yaitu sanggaran. Seperti apa sih ritual yang kabarnya bisa memberikan keberuntungan ini?

Inibaru.id – Kamu pasti pernah mendengar ritual ngalap berkah yang kerap dilakukan orang Jawa. Caranya cukup beragam. Ada yang berdoa di makam orang-orang yang dianggap punya ilmu agama tinggi, ada yang melakukan mandi kembang, dan lain-lain. Tapi, di Boyolali, ada ritual ngalap berkah yang lain dari biasanya. Ritual tersebut adalah sanggaran.

Ritual sanggaran dilakukan di makam Ngabehi Yosodipuro I yang ada di Desa Benda, Kecamatan Banyudono. Menariknya, semasa hidup, dia dikenal sebagai seorang pujangga, bukannya ahli agama atau orang sakti.

Tahapan Ritual Sanggaran

Orang-orang yang datang untuk melakukan ritual ini nggak hanya dari wilayah Boyolali saja, Millens. Banyak juga lo yang datang dari luar kota. Biasanya sih, mereka datang pada malam Jumat Pahing.

Begitu sampai di kompleks makam, pengunjung harus mengambil nomor. Nomor tersebut yang kemudian jadi patokan apakah mereka bisa mendapatkan keberuntungan atau tidak. O ya, mereka juga harus membawa bunga yang nantinya akan didoakan oleh penjaga atau kuncen makam.

Bunga yang sudah didoakan lantas ditaburkan ke makam Raden Ngabehi Yosodipuro I sembari mengucap doa dan hal-hal yang mereka inginkan. Usai ritual tersebut dilakukan, pengunjung akan diberi selembar janur kuning yang akan menjadi jawaban atas apa yang mereka minta pada malam tersebut.

Terjemahan bahasa Arab yang tertempel di dinding pintu masuk makam. (Plesiran Kuliner)
Terjemahan bahasa Arab yang tertempel di dinding pintu masuk makam. (Plesiran Kuliner)

Eits, nggak semudah itu ya ritualnya. Mereka harus melakukan tirakat dulu berupa berendam di dalam Umbul Penging sejak pukul 00.00 WIB. Usai melakukan tirakat berendam, barulah kuncen membagikan janur kuning berdasarkan nomor yang didapat pengunjung saat kali pertama datang.

Jawaban yang Tertulis pada Jamur Kuning

Pada janur kuning tersebut, ada tulisan dari huruf Jawa dan huruf Arab. Kalau nggak mengerti maksud dari tulisan tersebut, bisa kok membaca petunjuknya di sebuah papan yang ada di dekat tempat pengambilan nomor. Tapi, seringkali sih orang-orang yang melakukan ritual ini sudah mengerti jawaban pada janur tersebut.

Sayangnya, meski sudah melakukan ritual, belum tentu seseorang langsung mendapatkan jawaban. Terkadang, pengunjung nggak mendapatkan petunjuk apapun dari jamur kuning. Kalau sudah begini, mereka pun bakal mengulangi ritual ini sampai bisa mendapatkan petunjuk di lain kesempatan. Pantang menyerah ya?

Saking ramainya pengunjung ritual sanggaran, banyak warga setempat yang kecipratan rezeki dengan berjualan sejumlah keperluan ritual seperti bunga, aksesoris, obat-obatan, dan lain-lain. Wah, kalau yang ini, benar-benar ngalap berkah dalam versi sebenarnya.

Hm, kamu tertarik melakukan ritual sanggaran di makam Yasadipura, Millens? (Kom, Aro/IB31/E07)