Tradisi Bakar Batu, Cara Warga Papua Rayakan Natal

Tiap daerah di Indonesia tentunya memiliki adatnya masing-masing dalam menyambut hari besar keagamaan, termasuk saat merayakan Natal. Nah, di Papua, ada tradisi Bakar Batu untuk menyambut Natal. Berikut ulasannya.

Tradisi Bakar Batu, Cara Warga Papua Rayakan Natal
Tradisi Bakar Batu di Papua dilakukan dalam rangka menyambut Natal. (Antara/Aloysius Jarot Nugraha)

Inibaru.id – Papua merupakan daerah yang kaya akan tradisi. Salah satu tradisi yang unik dan terkenal dari Papua adalah Bakar Batu. Tradisi yang juga disebut Barapen ini termasuk tradisi penting di Papua untuk menyambut hari besar seperti Natal.

Tradisi tertua di Papua ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Selain itu, Bakar Batu juga bertujuan untuk memupuk kebersamaan dan saling berbagi kepada sesama.

Disebut Bakar Batu karena mereka benar-benar membakar batu. Kemudian, batu yang sudah dibakar itu akan digunakan untuk memasak makanan yang dibawa para warga. Bahan makanan yang biasanya dimasak dengan batu bakar itu adalah daging (biasanya daging babi), sayuran, dan umbi-umbian seperti yang ditulis Good News From Indonesia (7/10/2017).

Saat Natal, tradisi Bakar Batu umumnya dilakukan seusai ibadah Misa. Sebelum tradisi dimulai, masyarakat akan bekerja sama membuat lubang dengan menggali tanah. Setelah itu, mereka mulai membakar batu-batu berukuran besar dengan kayu hingga kayunya habis terbakar dan batu menjadi panas membara.

Batu yang panas membara tersebut kemudian dimasukkan ke dalam lubang yang telah digali. Sebelum batu diletakkan, lubang yang ada ditutup terlebih dulu diberi daun pisang dan ilalang. Setelah itu, batu yang sudah dibakar akan diletakkan di atasnya.

Batu itu akan dilapisi lagi dengan daun pisang sebelum diberi daging di atasnya. Setelah itu, daging ditutup dengan daun pisang dan diberi batu panas lagi. Susunan itu diberi lapisan lagi di atasnya untuk tempat meletakkan umbi dan sayuran. Terakhir, di atas lapisan umbi dan sayuran diberi daun pisang dan ilalang, ditambah batu bakar, dan ditutup lagi dengan daun pisang dan ilalang.

Oh iya, ada yang menarik saat proses perburuan babi dalam tradisi Bakar Batu ini lo, Millens. Konon, jika kepala suku bisa mematikan babi dalam sekali panah, mereka yakin acara Bakar Batu bakal sukses dan lancar. Sebaliknya, jika babi yang dipanah nggak langsung mati, mereka meyakini acara nggak akan berhasil.

Wah menarik juga ya, Millens. Kalau di daerahmu, tradisi apa sih yang dilakukan saat menyambut Natal? (IB18/E04)