Ratusan Kapal Ikut Serta Dalam Memeriahkan Tradisi Pesta Lomban Jepara

Demi memeriahkan acara, Pemerintah Kabupaten Jepara mengucurkan Rp 12 juta untuk memberikan solar dan menghias kapal-kapal pengiring untuk Pesta Lomban.

Ratusan Kapal Ikut Serta Dalam Memeriahkan Tradisi Pesta Lomban Jepara
Ratusan kapal mengiringi larungan pesta lomban. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Inibaru.id – Pagi ini begitu cerah, bahkan awan lembut pun ikut menyambut Pesta Lomban di Jepara. Acara ini rutin diadakan setiap tanggal 7 bulan Syawal. Saking menariknya, pesta rakyat ini nggak pernah sepi pengunjung. Bahkan sehari sebelumnya diberitakan bahwa bakal ada 15 ribu wisatawan berkunjung ke Jepara. Angka yang nggak sedikit ya, Millens.

Pukul 05.30 saya sudah keluar dari rumah untuk segera menuju lokasi Pesta Lomban. Dengan perjalanan sekitar 30 menit saya sampai di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Saya pikir waktu sepagi ini masih sepi, ternyata saya salah. Ratusan orang sudah mulai berdatangan menuju kapal-kapal pengikut.

Angin semilir dan matahari yang bersahabat membuat saya tambah yakin acara ini bakal sukses. Benar sekali, masyarakat berbondong-bondong memadati TPI. Naipah, warga Ngemplak salah satunya. Dia sudah berdandan rapi untuk ikut dalam acara sedekah laut atau Pesta Lomban. "Ada yang kurang jika melewatkan acara ini, walau cuma menonton," katanya.

Pengunjung tampak memadati lokasi menanti prosesi pelarungan. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Pukul 07.00 panitia sudah mulai memberikan aba-aba pada para nelayan yang ikut mengiring agar segera menghidupkan mesin kapal dan nggak membawa penumpang dengan melebihi batas. Seenggaknya ada lebih dari 2 ribu orang yang ikut berlayar. Mulai dari anak-anak hingga dewasa naik ratusan kapal yang disediakan.

Kapal-kapal pengiring itu nggak cuma mengikuti kapal inti, Millens. Mereka saling mengejar agar bisa sedekat mungkin dengan kapal inti yang membawa kepala kerbau. Nanti orang-orang bakal terjun ke laut mengambil sesaji yang dilarung. Nggak hanya itu, mereka juga akan memandikan kapal dengan air laut di sekitar kepala kerbau ditenggelamkan. Konon, air tersebut bisa mendatangkan berkah.

Pukul 08.00 kapal inti mulai berjalan dan kapal nelayan lain mengikuti. Dengan jarak sekitar 20 mil dari bibir pelabuhan di TPI ratusan kapal menuju lokasi pelarungan. Kepala kerbau mulai dilarungkan setelah melewati Pulau Panjang. Nggak lama setelah itu kapal kembali ke bibir pantai.

Eits, acara belum berakhir ternyata. Masih ada Festival Kupat Lepet dan panjat pinang di laut lo. Hm, benar-benar seru dan nggak terlupakan. Tenang saja, masih ada kesempatan nonton tahun depan kok. (Isyah M/E05)