Rasa Syukur pada Tuhan lewat Upacara Labuhan Laut Pantai Ngrenehan

Rasa Syukur pada Tuhan lewat Upacara Labuhan Laut Pantai Ngrenehan
Kirab Labuhan Laut di Pantai Ngrenehan. (Youtube)

Untuk mencapai keselarasan hidup sekaligus menyampaikan rasa terima kasih pada Tuhan, beragam tradisi dilakukan masyarakat Jawa, termasuk tradisi labuhan yang kerap dilakukan orang-orang pesisir, salah satunya yang melaut di sekitar Pantai Ngrenehan.

Inibaru.id – Sedekah laut adalah tradisi tahunan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai. Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan, masyarakat desa di pantai-pantai Yogyakarta juga menggelar tradisi ini pada waktu-waktu tertentu.

Setiap wilayah memiliki prosesi yang unik, nggak terkecuali masyarakat di kawasan Pantai Ngrenehan. Masyarakat di Pantai Ngrenehan biasanya menggelar upacara Labuhan Laut untuk menyambut datangnya Sura (Muharam).

Keindahan Pantai Ngrenehan dari ketinggian. (Mantai)

Tradisi ini muncul pada 1980-an ketika semakin banyak nelayan di Pantai Baron memutuskan pindah ke Pantai Ngrenehan. Membawa tandu berbentuk ayam jago, warga mengisinya dengan aneka sesajian. Sebelum prosesi dimulai, juru kunci naik ke batu karang, duduk bersila, lalu mulai merapal doa.

Labuhan Laut dimulai dengan melakukan kirab yang diikuti oleh perangkat desa, nelayan, dan warga umum. Kirab dimulai di pos penjagaan nelayan, Millens.

Labuhan di Pantai Ngrenehan. (Dolanotomotif)

Sesampai di tepi pantai, tandu berisi sesajian diletakkan di perahu. Warga boleh ikut, tapi jumlah peserta dibatasi sesuai dengan kapasitas perahu. Kamu harus cekatan supaya bisa ikutan naik ya.

Desa-desa di kawasan pantai Yogyakarta juga menggelar tradisi ini dengan prosesi yang berbeda. Supaya wawasanmu bertambah, nggak ada salahnya mengikuti acara mereka. Hayoo, kapan kamu ke Yogyakarta? (IB15/E03)