Prasasti Sojomerto dan Kisah Tentang Dapunta Selendra 

Prasasti Sojomerto dan Kisah Tentang Dapunta Selendra 
Prasasti Sojomerto ditemukan di Batang. (Instagram/Nova Ariyanto)

Tahu nggak? Di Batang, Jawa Tengah, ditemukan prasasti yang berisi tentang cikal bakal raja-raja yang dulu berkuasa di Jawa, Millens. Seperti apa ya isi prasasti itu?  

Inibaru.id – Banyak sekali sumber sejarah yang bisa kamu temukan di Indonesia. Salah satunya adalah prasasti. Biasanya, tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan peristiwa penting. Selain itu, terkadang prasasti dibuat sebagai informasi tentang raja yang berkuasa pada saat itu.

Salah satu prasasti yang memiliki fungsi terakhir adalah Prasasti Sojomerto. Prasasti ini mengungkap cikal bakal raja-raja yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.

Prasasti Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini terbuat dari batu andesit yang memiliki ketebalan 7 cm, tinggi sekitar 78 cm, dan panjang 43 cm.

Prasasti Sojomerto ditulis menggunakan bahasa Melayu Kuno. (Twitter/Diaspora Batang)
Prasasti Sojomerto ditulis menggunakan bahasa Melayu Kuno. (Twitter/Diaspora Batang)

Tulisan pada prasasti Sojomerto terdiri dari 11 baris. Huruf yang terpahat di prasasti itu diketahui adalah Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Sayangnya, Prasasti Sojomerto nggak punya penanggalan yang akurat. Berdasarkan prediksi analis paleografis, prasasti ini kemungkinan berasal dari abad ke-7.

Yang menarik, di prasasti Sojomerto ini, tertulis asal-usul Wangsa Syailendra. Terdapat nama Daputa Selendra yang merupakan ejaan Indonesia untuk kata Sansekerta “Syailendra”. Isi prasasti ini menyebutkan tentang seseorang bernama Dapunta Selendra, putra dari Santanu dan Bhadrawati. Dia memiliki seorang istri bernama Sampula.

Selain keempat nama tersebut, terdapat tulisan yang menyebutkan nama Hyang. Sayangnya, tulisan terkait nama ini nggak dapat dibaca seluruhnya karena sebagian hurufnya sudah kabur.

Daputa Selendra cikal bakal raja-raja yang berkuasa di Jawa

Karena prasasti Sojomerto menggunakan bahasa Melayu Kuno, diyakini Dapunta Sailendra berasal dari suatu daerah di Sumatra, yaitu Akhandalapura.

Nah, nama Daputa Selendra ini sering dihubungkan dengan Daputa Hyang, pendiri kerajaan Sriwijaya. Ada dugaan bahwa Sriwijaya punya rencana untuk menyerang Kalingga. Nah, orang yang diutus untuk memimpin penyerangan adalah Daputa Selendra. Sayangnya, Sriwijaya tidak mampu menaklukkan kerajaan Kalingga yang dipimpin oleh Ratu Sima saat itu.

Prasasti Kota Kapur salah satu prasasti yang dibuat saat pasukan Sriwijaya menyerang Jawa. (Instagram/Ale Woh)
Prasasti Kota Kapur salah satu prasasti yang dibuat saat pasukan Sriwijaya menyerang Jawa. (Instagram/Ale Woh)

Karena merasa kecewa atas kekalahannya, Daputa Hyang membuat prasasti yang isinya mengutuk Tanah Jawa. Sementara itu, Daputa Selendra dan pasukannya tidak berani kembali ke Sriwijaya. Mereka memilih untuk menetap di Jawa.

Kala itu, Daputa Selendra bermaksud untuk mengukuhkan dirinya sebagai penguasa di Jawa. Namun, karena dia bukan penduduk asli Jawa serta tidak mempunyai hak dalam mewarisi tahta, maka dia membuat prasasti Sojomerto yang berisi silsilah keluarganya untuk mempertegas siapa dirinya.

Salah satu keturunan Dapunta Selendra, yaitu Sanjaya mampu menjadi raja. Berdasarkan kitab Carita Parahyangan, setelah berhasil mengalahkan Purbasoro, Sanjaya mendirikan kerajaan Mataram Kuno yang beribukota di Medang.

Isi dari Prasasti Sojomerto ini sangat menarik, ya Millens? (Kom, Ids, Hiu/IB32/E07)