Penggagas Poros Maritim di Pesisir Jawa, Ratu Kalinyamat!

Poros maritim belakangan banyak disuarakan orang. Namun, gagasan itu telah hadir sejak lama, dicetuskan oleh sesosok perempuan bernama Ratu Kalinyamat.

Penggagas Poros Maritim di Pesisir Jawa, Ratu Kalinyamat!
Perwujudan Ratu Kalinyamat dalam sebuah festival yang digelar di Jepara. (Tribunnews)

Inibaru.id – Kartini begitu dikenal di Indonesia sebagai sosok pejuang kesetaraan gender pada zamannya. Jejak perjuangannya begitu terasa kalau kamu menginjakkan kaki di Jepara, tempat kelahirannya.

Namun, jauh sebelum Kartini lahir, sosok perempuan dari Jepara ini juga tak kalah pamor. Kegigihannya melawan Portugis membuatnya dijuluki “Rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige dame” yang artinya: Ratu Jepara, perempuan kaya dan berkuasa, seorang perempuan yang gagah berani.

Yap, dialah Retno Kencono (Retna Kencana) atau yang lebih dikenal sebagai Ratu Kalinyamat. MC Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern menuliskan, perempuan tangguh itu merupakan putri dari Sultan Trenggono, penerus tahta Kesultanan Demak yang semula dipegang Raden Patah, sang ayah.

Sejarah mencatat, pemimpin Jepara yang saat itu menjadi bagian dari Kesultanan Demak itu berkali-kali turut berupaya menghadapi Portugis di Indonesia, yang kala itu bernama Nusantara.

Ratu Kalinyamat sekurangnya tercatat pernah mengirim armada laut secara masif untuk membantu Kesultanan Johor melawan Portugis. Dia juga menjadi pemimpin armada melawan penjajah atas permintaan Sultan Aceh Darussalam.

Istri dari Pangeran Thoyib, yang diyakini merupakan anak dari pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam, tersebut juga pernah mengirim pasukannya ke Maluku untuk membantu Kerajaan Tanah Hitu. Kala itu, salah satu kerajaan Islam di Maluku ini juga diserang Portugis.

Bagi warga Jepara, ini tentu membanggakan. Maka, nggak heran jika banyak yang mendukung saat Ratu Kalinyamat diajukan sebagai Pahlawan Nasional lagi belakangan ini.

Pernah dua kali diajukan tapi ditolak, semoga kajian terbaru yang sedang disusun Yayasan membuahkan hasil menggembirakan bagi warga Indonesia, khususnya masyarakat Jepara. (IB20/E03)