Pandemi dan Imlek 2572 di Tay Kak Sie yang Sunyi

Pandemi dan Imlek 2572 di Tay Kak Sie yang Sunyi
Berdoa dengan khusyuk. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ibadah Sin Cia untuk imlek 2572 hanya bisa dilaksanakan secara terbatas di Klenteng Tay Kak Sie. Nggak ada lagi keramaian seperti ibadah tahun lalu. Pandemi benar-benar menjadikan Imlek tahun ini sunyi.

Inibaru.id - Sambil menggunakan tongkat penyangga, Ivan tertatih-tatih meraih hio swa yang terletak di altar Dewa. Tanpa ditemani keluarga, dia melakukan sembahyang Imlek di Klenteng Tay Kak Sie.

“Anak-anak nggak bisa pulang. Lagi pandemi. Jadi untuk tahun ini mungkin Imlek yang sepi,” ujar laki-laki berusia 60 tahun ini, Jumat (12/2/2021). Dia berusaha menutupi kesedihannya, begitulah kesan yang saya tangkap di balik senyumnya.

Tahun ini perayaan Imlek dilaksanakan dalam suasana pandemi. Sepi, nggak bisa seramai tahun lalu. Ingar bingar itu kini senyap. Mungkin kamu salah seorang pengunjung Pasar Semawis yang Imlek tahun lalu sedemikian meriah.

Beberapa bulan pasca-keriuhan Imlek 2571, pandemi melanda. Apa boleh buat, pandemi masih saja tinggal ketika Imlek kembali. Umat Tri Dharma di Tak Kak Sie merayakan Imlek dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengurus kelenteng memang menggelar berbagai tradisi yang sudah terjadwal untuk menyambut Imlek. Namun kali ini jelas berbeda. Meski perayaan tetap digelar, umat yang hadir dibatasi.

Melewati kotak desinfektan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Melewati kotak desinfektan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Pada ibadah Sin Cia dalam perayaan Imlek yang ke 2572 ini misalnya, Tay Kak Sie mengemas dengan cara yang berbeda. Protokol kesehatan begitu ketat diterapkan. Selain mencuci tangan dan mengenakan masker, umat juga harus masuk ke bilik desinfektan.

“Kami nggak henti mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Ivan, salah seorang pengurus Tay Kak Sie.

Ivan juga membeberkan jika kapasitas ruangan dibatasi. Pihaknya sudah menginformasikan kepada umat yang memiliki patung di Tay Kak Sie. Ketika hendak datang pun, nggak boleh berbondong-bondong. Masing-masing memiliki jadwal sendiri.

Meskipun sudah memberi imbauan untuk pembatasan dan jam ibadah, Ivan juga mengungkapkan jika pihak Tay Kak Sie lebih dulu menyarankan jika ibadah di rumah saja. Dewa-dewi pasti tahu kondisi umatnya seperti apa.

“Tapi kami nggak menolak untuk ibadah. Hanya menyarankan yang sebaiknya saja,” ujarnya.

Menyalakan hio swa. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Menyalakan hio swa. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kirab Menunggu Kondisi Memungkinkan

Ivan juga menjelaskan jika mungkin kirab Imlek tahun ini akan diselengarakan, pada bulan ke-6. Namun ini sebatas rencana. Pihaknya masih menunggu apakah hal itu mungkin. Tahun lalu pun kirab harus ditiadakan karena pandemi. Acara itu berganti doa bersama.

“Mungkin jika tahun ini nggak bisa, ya kami doa bersama lagi,” tuturnya.

Menyembah dewa-dewi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Menyembah dewa-dewi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Walikota Semarang Hendrar Prihadi juga turut hadir di Klenteng Tay Kak Sie pada Jumat sore. Dia mengucapkan selamat Imlek dan mengapresiasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh Klenteng Tay Kak Sie, dalam ibadah Sin Cia.

"Terima kasih kepada masyarakat karena aktivitasnya memang terkendali seperti di kelenteng ini. Semuanya sudah memahami tidak ada kegiatan peringatan yang berlebihan. Tapi kalau sebatas doa kami persilakan," ujarnya.

Hendi pun juga sempat menyinggung jika pada tahun ini perayaan Imlek diadakan secara sunyi terlebih dahulu. Namun yang terpenting semua masyarakatnya di Kota Semarang bisa sehat dan terhindar dari Covid-19.

Semoga tahun baru Imlek ini membawa banyak kebaikan ya, Millens. (Audrian F/E05)