Padusan Jelang Ramadan 2022; Di Klaten Ditiadakan, Di Boyolali Dibolehkan

Padusan Jelang Ramadan 2022; Di Klaten Ditiadakan, Di Boyolali Dibolehkan
Tradisi padusan jelang Ramadan 2022. (Instagram/purbalinggaku)

Sejumlah daerah membolehkan tradisi padusan jelang Ramadan seperti Boyolali, Jawa Tengah. Namun, Pemkab Klaten justru memastikan tradisi ini ditiadakan untuk tahun ini. Apa alasannya?

Inibaru.id – Datangnya bulan Ramadan pasti disambut dengan meriah di Indonesia. Contohlah, masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta melakukan tradisi padusan alias berendam atau mandi di kedung, kolam, dan sumber air lainnya.

Kalau menilik dari sisi budaya, padusan berasal dari Bahasa Jawa adus yang artinya adalah mandi. Nah, karena tradisi ini dilakukan sehari sebelum bulan puasa dimulai, maka padusan bisa dianggap sebagai cara orang-orang Jawa menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah selama Ramadan, Millens.

Lantaran mandi bersama lintas gender, selama padusan nggak perlu buka baju sebagaimana mandi biasa di rumah. 

Awalnya, padusan dilakukan secara sendiri-sendiri di tempat yang sepi. Namun, karena perkembangan populasi sekaligus terbatasnya sumber air, maka padusan kini lebih sering dilakukan bareng-bareng. Jadi, kesannya malah jadi mirip wisata main air sebelum bulan puasa gitu.

Ada sejumlah tempat wisata yang biasanya jadi tujuan masyarakat untuk melakukan padusan. Di Jawa Tengah misalnya, Umbul Manten, Umbul Ponggok, Umbul Cokro, Umbul Nilo, dan tempat-tempat wisata air populer lainnya pasti sangat ramai sehari sebelum Ramadan. Sementara itu, di Yogyakarta, padusan nggak hanya dilakukan di kolam atau mata air, melainkan di pantai-pantai. Benar-benar tradisi rasa wisata, ya?

Di Klaten Ditiadakan, Di Boyolali Diperbolehkan

Padusan di Klaten ditiadakan tahun ini. (triptrus.com)
Padusan di Klaten ditiadakan tahun ini. (triptrus.com)

Sayangnya, nggak semua wilayah mengizinkan tradisi padusan dilakukan tahun ini. Salah satu daerah yang melarangnya adalah Pemerintah Kabupaten Klaten. Sejak Senin (21/3/2022), Pemkab sudah mengeluarkan larangannya adanya ritual padusan karena pandemi Covid-19 belum selesai.

“Sudah saya terbitkan SE Sekda terkait pelaksanaan kegiatan seni budaya di bulan puasa di masa Covid-19 ini. Padusan ditiadakan,” ungkap Pj Sekda Klaten Jajang Prihono. 

Meski begitu, objek wisata air yang jadi langganan padusan seperti Umbul Ponggok nggak ditutup. Jajang juga nggak melarang masyarakat melakukan padusan, melainkan hanya meminta objek wisata tersebut nggak membukanya khusus untuk tradisi tersebut.

“Objek wisata air tidak ditutup tapi diatur. Jadi, tetap buka tapi tidak khusus dalam rangka padusan,” terangnya.

Beda wilayah, beda pula aturannya. Boyolali tetap membolehkan padusan, meski tentu saja masyarakat diminta menjaga protokol kesehatan. Selain itu, objek wisata air diminta membatasi kapasitas maksimal 50 persen saja.

“Kegiatan itu (padusan) boleh-boleh saja, tapi disesuaikan dengan Instruksi Bupati Nomor 11 tahun 2022 tentang perpanjangan PPKM Level 3 dalam penanganan COvid-19 di Kabupaten Boyolali, ungkap Sekretaris Daerah Boyolali Masruri, Rabu (23/3/2022).

Kalau di tempatmu, tradisi ini tetap bisa dilakukan tahun ini, nggak, Millens? (Kom, Det/IB09/E05)