Paduan Empat Warna dengan Motif Keseharian Masyarakat Jadikan Batik Kebumen Begitu Khas

Paduan Empat Warna dengan Motif Keseharian Masyarakat Jadikan Batik Kebumen Begitu Khas
Membatik dengan motif batik Kebumen. (Infobatik)

Kebumen bukanlah pusat produksi batik yang tersohor seperti Solo, Pekalongan, atau Banyumas. Namun, keberadaannya perlu diperhitungkan, karena memiliki karakter yang menarik untuk jadi dilirik.

Inibaru.id – Kendati bukan merupakan salah satu penghasil batik terbesar di Indonesia, batik dari Kabupaten Kebumen nggak bisa dikesampingkan. Berlokasi di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah, batik Kebumen memiliki karakteristik khas yang unik, bersahaja, dan penuh filosofi.

Bukan pada corak atau karakter tertentu yang menjadi ciri khas batik Kebumen, tapi pewarnaan. Jika pada umumnya batik menggunakan dua warna saja, batik di kabupaten yang berada di sisi barat Wonosobo ini umumnya menggunakan empat warna dalam satu kain.

Dari segi pembuatan, bisa dipastikan pewarnaan tersebut jauh lebih rumit dan memakan waktu. Warna-warna yang biasanya dipakai pada batik Kebumen di antaranya biru tua, biru muda, hijau, dan hitam.

Perbedaan mencolok lain, jauh berbeda dengan batik khas pesisir utara seperti Pekalongan yang menggunakan warna-warna cerah, batik Kebumen acap menggunakan warna-warna gelap. Ini memberi kesan elegan dan misterius pada pemakainya.

Kemudian, keseharian masyarakat menjadi ciri khas motif batik dari kabupaten yang sebagian penduduk desanya berprofesi sebagai petani tersebut. Selain kegiatan sehari-hari, batik Kebumen juga dikenal cukup sederhana dan mudah dikenali.

Meski sederhana, motif batik Kebumen konon memiliki nilai filosofi yang cukup tinggi, khususnya yang menggunakan pewarnaan agak gelap. Sementara, batik dengan warna yang lebih cerah atau muda umumnya merujuk pada warna pesisiran.

Oya, kondisi geografis Kebumen yang merupakan perpaduan antara pesisir pada bagian selatan dengan pegunungan pada bagian utara menjadikan corak yang unik pada motif batiknya. Kadang, batik Kebumen memadukan keduanya, Millens. Hm, menarik!

Nah, ada yang tertarik dengan batik khas Kebumen? Silakan dicari ya, nggak sulit ditemukan, kok! (IB20/E03)